SPS Kaltim 2025-2029 Dikukuhkan, Siap Perkuat Media Profesional di Tengah Disrupsi Digital

SPS
Pengurus Serikat Perusahaan Pers (SPS) Kalimantan Timur periode 2025-2029 resmi dikukuhkan dalam seremoni yang digelar di Hotel Grand Tjokro Balikpapan, Rabu (20/5/2026).

Balikpapan, Gerbangkaltim.com – Pengurus Serikat Perusahaan Pers (SPS) Kalimantan Timur periode 2025-2029 resmi dikukuhkan dalam seremoni yang digelar di Hotel Grand Tjokro Balikpapan, Rabu (20/5/2026).

Pengukuhan dilakukan langsung oleh Ketua Umum SPS, Januar P. Ruspita.
Mengusung tema “Media Berkelanjutan: Membangun Ekosistem Pers yang Profesional dan Independen di Kalimantan Timur”, kegiatan tersebut menjadi momentum konsolidasi perusahaan pers menghadapi tantangan transformasi digital yang semakin kompleks.

Dalam sambutannya, Januar menegaskan bahwa SPS merupakan organisasi perusahaan pers tertua di Indonesia yang berdiri di Yogyakarta pada 8 Juni 1946. Organisasi tersebut awalnya bernama Serikat Penerbit Surat Kabar sebelum berubah menjadi Serikat Perusahaan Pers.

“SPS saat ini menaungi perusahaan media cetak, media online, hingga berbagai platform digital lainnya dan menjadi salah satu dari 11 konstituen Dewan Pers,” ujar Januar.

Ia menyebutkan, SPS kini memiliki 504 anggota yang tersebar di 30 provinsi di Indonesia. Khusus di Kalimantan Timur, terdapat 27 perusahaan media yang tergabung sebagai anggota SPS.

Menurut Januar, industri media nasional tengah menghadapi tekanan besar akibat perubahan pola konsumsi informasi masyarakat di era digital. Kondisi itu membuat media konvensional seperti surat kabar, radio, televisi, dan majalah mengalami disrupsi yang signifikan.

“Banyak perusahaan media yang tidak mampu bertahan hingga harus menghentikan operasional dan melakukan pemutusan hubungan kerja. Namun media anggota SPS tetap berkomitmen menghadirkan karya jurnalistik yang berkualitas dan bertanggung jawab,” katanya.

Ia juga menyoroti maraknya penyebaran hoaks dan disinformasi melalui media sosial, termasuk konten berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), yang dinilai menjadi tantangan baru bagi media arus utama.

“Media mainstream sekarang menghadapi tantangan dari produk-produk AI yang disebarkan melalui media sosial dan menjadi sumber hoaks,” tegasnya.

Januar turut mengapresiasi dukungan pemerintah daerah serta berbagai lembaga di Kalimantan Timur terhadap keberlangsungan media massa. Menurut dia, dukungan tersebut penting agar pers tetap mampu menjalankan fungsi kontrol sosial secara profesional dan independen.

Sementara itu, Ketua SPS Kalimantan Timur periode 2025-2029, Ajid Kurniawan, menyampaikan komitmennya untuk memperkuat daya tahan industri pers di tengah percepatan transformasi digital.

Menurut Ajid, perubahan lanskap media saat ini menuntut perusahaan pers untuk terus beradaptasi dan meningkatkan kualitas jurnalistik.

“Industri pers saat ini tidak berdiri di pondasi yang kokoh. Kita sedang berdiri di tanah yang bergetar di era transformasi digital. Tantangannya adalah bagaimana kita bisa resilien dan beradaptasi dengan perubahan yang begitu cepat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa media profesional harus tetap berpegang pada prinsip dasar jurnalisme, yakni akurasi, keseimbangan, dan tanggung jawab di tengah derasnya arus disinformasi.

“Kebenaran saat ini terkoyak oleh disinformasi yang datang seperti tsunami. Karena itu, media anggota SPS harus tetap berpegang teguh pada prinsip akurasi, keseimbangan, dan tanggung jawab,” katanya.

Ajid menambahkan, perusahaan media yang tergabung dalam SPS memiliki standar profesional yang jelas karena seluruh anggota wajib terverifikasi Dewan Pers.

“Ini yang membedakan industri pers profesional dengan media sosial maupun media tanpa kejelasan pengelola,” tambahnya.

Pada kesempatan itu, SPS Pusat juga mengumumkan bahwa puncak peringatan Hari Ulang Tahun SPS ke-80 serta Rapat Kerja Nasional (Rakernas) SPS 2026 akan digelar di Kalimantan Timur pada Oktober mendatang.

Ajid menyambut baik penunjukan tersebut dan menilai agenda nasional itu menjadi peluang strategis untuk memperkenalkan Kalimantan Timur kepada insan pers dari seluruh Indonesia.

“Kami sudah menyampaikan rencana ini kepada Pak Gubernur. Bagi kami, ini momentum penting untuk memperkenalkan Kalimantan Timur kepada seluruh anggota SPS se-Indonesia,” pungkasnya.

Tinggalkan Komentar