Tegur Siswa Merokok Berseragam, Guru SD di Balikpapan Diduga Dikeroyok Siswa

Polresta Balikpapan
Seorang guru Sekolah Dasar Negeri (SDN) 017 Balikpapan Timur berinisial MA diduga menjadi korban pengeroyokan setelah menegur seorang siswa yang kedapatan merokok saat masih mengenakan seragam sekolah. Selasa (21/7/2026).

Balikpapan, Gerbang Kaltim.com – Seorang guru Sekolah Dasar Negeri (SDN) 017 Balikpapan Timur berinisial MA diduga menjadi korban pengeroyokan setelah menegur seorang siswa yang kedapatan merokok saat masih mengenakan seragam sekolah.

Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Lapangan Tembak Lambada RT 33, Kelurahan Teritip, Kecamatan Balikpapan Timur, Selasa (21/7/2026) sekitar pukul 13.20 Wita.

Kasus tersebut kini ditangani Polsek Balikpapan Timur. Polisi masih mendalami identitas para pelaku yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan tersebut.

Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Jerrold HY Kumontoy melalui Kapolsek Balikpapan Timur AKP M Chusen membenarkan adanya laporan dugaan tindak pidana pengeroyokan terhadap seorang guru.

“Korban telah membuat laporan resmi ke Polsek Balikpapan Timur. Saat ini laporan sudah kami terima dan sedang ditindaklanjuti. Korban juga telah menjalani pemeriksaan medis atau visum, sementara penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap korban maupun pihak-pihak yang berkaitan dengan peristiwa tersebut,” ujar AKP M Chusen, Sabtu (25/7/2026).

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, kejadian bermula ketika korban melintas di Jalan Mulawarman, Kelurahan Teritip. Saat itu, korban melihat seorang siswa mengendarai sepeda motor sambil mengenakan seragam sekolah dan merokok.

Sebagai seorang pendidik, korban kemudian memberikan teguran secara lisan agar siswa tersebut tidak merokok saat masih memakai seragam sekolah. Namun, teguran itu justru mendapat respons negatif.

Menurut keterangan kepolisian, siswa tersebut sempat menjawab, “Kenapa kamu tegur saya? Orang tua saya saja tidak pernah marahi saya.”

Melihat situasi mulai menarik perhatian warga, korban memilih meninggalkan lokasi untuk menghindari keributan. Namun, korban kemudian diikuti oleh tiga orang siswa bersama orang tua salah satu siswa serta seorang paman siswa hingga ke kawasan Jalan Lapangan Tembak Lambada.

Setibanya di lokasi, korban berusaha menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan. Ia menyampaikan permohonan maaf dan menjelaskan bahwa dirinya hanya menegur siswa secara lisan tanpa melakukan kekerasan.

Meski demikian, siswa tersebut disebut menyampaikan kepada orang tuanya bahwa dirinya telah dipukul oleh korban. Tuduhan itu langsung dibantah korban.
Situasi kemudian memanas ketika salah seorang siswa melontarkan ucapan, “Banyak betul omonganmu.” Tak lama kemudian, paman siswa tersebut diduga memukul korban.

Dugaan pengeroyokan berlanjut dengan keterlibatan tiga siswa lainnya yang turut melakukan kekerasan terhadap korban.

Dalam video yang beredar di media sosial, tampak seorang perempuan berada di lokasi kejadian. Berdasarkan hasil penyelidikan polisi, perempuan tersebut diketahui berinisial RL yang merupakan istri korban sekaligus guru Sosiologi di SMA Negeri 7 Balikpapan. Saat kejadian, RL berupaya melerai keributan yang terjadi.

AKP M Chusen mengatakan, sejauh ini polisi telah mengidentifikasi salah satu terduga pelaku berinisial F yang masih berstatus pelajar. Sementara identitas pelaku lainnya masih dalam proses pendalaman.

“Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi seluruh pihak yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut. Proses hukum akan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku setelah seluruh fakta dan alat bukti terkumpul,” tegasnya.

Polisi mengimbau seluruh pihak untuk menahan diri dan mempercayakan penanganan perkara kepada aparat penegak hukum agar proses penyidikan dapat berjalan secara objektif dan profesional.

Tinggalkan Komentar