Bekali Warga Binaan dengan Keahlian Otomotif, Lapas Banjarmasin Siapkan Modal Hidup Baru Usai Bebas
Banjarmasin, Gerbangkaltim.com — Suara mesin sepeda motor yang sedang diperiksa terdengar dari Workshop Kegiatan Kerja (Giatja) Lapas Kelas IIA Banjarmasin. Di balik aktivitas tersebut, tersimpan upaya pembinaan yang tidak hanya mengisi waktu warga binaan selama menjalani masa pidana, tetapi juga mempersiapkan mereka agar memiliki bekal keterampilan ketika kembali ke masyarakat.
Melalui program pembinaan kemandirian di bidang otomotif, warga binaan mendapatkan pelatihan servis sepeda motor secara langsung dengan pendampingan petugas. Kegiatan ini meliputi pemeriksaan kondisi mesin, pengecekan sistem kelistrikan, hingga perawatan rutin kendaraan sesuai standar bengkel.
Setiap proses dilakukan secara bertahap, mulai dari diagnosis kerusakan, pemeriksaan komponen mesin, sistem pengapian, aki, lampu, hingga instalasi kelistrikan. Selain meningkatkan kemampuan teknis, pelatihan ini juga menanamkan sikap disiplin, ketelitian, serta tanggung jawab dalam bekerja.
Petugas Giatja Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Muttaqin Akbar mengatakan, pembinaan tersebut dirancang agar warga binaan memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
“Kami memberikan pendampingan mulai dari proses diagnosis kerusakan, pemeriksaan mesin, pengecekan sistem kelistrikan hingga perawatan rutin kendaraan. Harapannya, warga binaan memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja sehingga dapat menjadi bekal untuk bekerja maupun membuka usaha secara mandiri,” ujar Muttaqin, Rabu (8/7/2026).
Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menegaskan bahwa pembinaan vokasional menjadi salah satu fokus pembinaan di dalam lapas karena dapat memberikan manfaat nyata bagi masa depan warga binaan.
Menurutnya, keterampilan yang diperoleh selama menjalani pembinaan diharapkan mampu membantu mereka membangun kehidupan yang lebih baik setelah bebas.
“Kami berkomitmen menghadirkan program pembinaan yang benar-benar memberikan manfaat bagi warga binaan. Pelatihan servis sepeda motor merupakan salah satu keterampilan yang memiliki peluang kerja cukup besar. Kami berharap kemampuan ini menjadi bekal produktif sehingga mereka dapat bekerja ataupun membuka usaha secara mandiri setelah kembali ke tengah masyarakat,” kata Akhmad Herriansyah.
Ia menambahkan, keberhasilan pembinaan tidak hanya diukur dari kemampuan teknis yang dikuasai warga binaan, tetapi juga dari perubahan sikap, etos kerja, dan kesiapan mereka untuk kembali berbaur dengan masyarakat.
Salah seorang warga binaan yang mengikuti pelatihan mengaku memperoleh pengalaman baru melalui program tersebut. Selain memahami teknik perawatan kendaraan, ia juga belajar bekerja secara profesional dan bertanggung jawab.
“Melalui kegiatan servis sepeda motor ini saya semakin termotivasi untuk meningkatkan keterampilan di bidang otomotif. Selain melatih ketelitian dalam memeriksa mesin dan sistem kelistrikan, kegiatan ini juga mengajarkan tanggung jawab dan profesionalisme dalam bekerja. Saya berharap kemampuan yang terus kami kembangkan dapat menjadi bekal untuk bekerja maupun membuka usaha setelah kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Program pembinaan kemandirian di bidang otomotif menjadi salah satu upaya Lapas Kelas IIA Banjarmasin dalam meningkatkan kualitas sumber daya warga binaan. Dengan keterampilan yang sesuai kebutuhan dunia kerja, mereka diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk hidup mandiri, produktif, dan kembali diterima di lingkungan masyarakat setelah menyelesaikan masa pidana.
BACA JUGA
