Cuaca Lebaran Diprediksi Hujan Lebat, Kapolri Instruksikan Jajaran Siaga Bencana Selama Operasi Ketupat 2026

Operasi Ketupat 2026
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 di kawasan Monas, Jakarta Pusat, sekaligus menginstruksikan seluruh jajaran kepolisian untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana dan pengamanan arus mudik Lebaran.

Gerbangkaltim.com, Jakarta – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan seluruh jajaran kepolisian di Indonesia untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam selama periode mudik dan perayaan Idul Fitri 2026. Arahan tersebut disampaikan Kapolri saat memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026).

Dalam amanatnya, Kapolri menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang diperkirakan terjadi selama masa arus mudik hingga arus balik Lebaran. Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi cuaca selama periode tersebut diprediksi didominasi cuaca berawan hingga hujan dengan intensitas sedang sampai lebat di sejumlah wilayah Indonesia.

Jenderal Sigit menyebutkan, potensi bencana akibat cuaca ekstrem seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang perlu diantisipasi secara serius, terutama di wilayah selatan Indonesia yang mencakup Pulau Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara. Oleh karena itu, ia meminta seluruh personel yang terlibat dalam Operasi Ketupat 2026 untuk meningkatkan kesiapsiagaan.

“Kita harus mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi selama arus mudik dan balik Lebaran. Seluruh jajaran diminta menyiapkan tim tanggap bencana, sarana prasarana pendukung, serta langkah-langkah penanganan mulai dari tahap pra-bencana, saat bencana terjadi, hingga pascabencana,” ujar Kapolri.

Selain fokus pada mitigasi bencana, Kapolri juga menyoroti potensi lonjakan mobilitas masyarakat selama masa mudik Lebaran. Ia mengungkapkan bahwa puncak arus mudik diprediksi terjadi dalam dua gelombang, yakni pada 14–15 Maret dan 18–19 Maret 2026. Sementara itu, puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada 24–25 Maret dan 28–29 Maret 2026.

Untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas, pemerintah bersama instansi terkait telah menyiapkan sejumlah rekayasa lalu lintas. Kebijakan tersebut meliputi pembatasan operasional angkutan barang, penerapan sistem satu arah (one way), contra flow, hingga kebijakan ganjil-genap di sejumlah ruas jalan utama. Selain itu, pengaturan arus penyeberangan laut juga disiapkan, termasuk pemanfaatan lokasi jembatan timbang sebagai area istirahat bagi pemudik.

Kapolri juga menginstruksikan jajarannya untuk memetakan potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), seperti aksi premanisme, balap liar, hingga potensi konflik antar kelompok yang dapat terjadi selama periode Lebaran.

Dalam rangka menjaga keamanan lingkungan, jajaran kepolisian dari tingkat Polsek hingga Polres juga diminta melakukan pendataan rumah warga yang ditinggalkan pemudik serta menyediakan layanan penitipan kendaraan. Langkah tersebut diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.

Di sisi lain, Kapolri juga menekankan optimalisasi layanan darurat Polri melalui call center 110 agar masyarakat dapat dengan mudah melaporkan kejadian darurat atau meminta bantuan kepolisian selama perjalanan mudik.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan Operasi Ketupat 2026 menjadi tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan. Sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, serta masyarakat sangat dibutuhkan untuk mewujudkan mudik yang aman dan lancar.

Menurutnya, momentum Hari Raya Idul Fitri tidak hanya menjadi tradisi tahunan masyarakat, tetapi juga berkontribusi besar terhadap perputaran ekonomi nasional karena meningkatnya aktivitas konsumsi dan mobilitas masyarakat di berbagai daerah.

“Kita harus bekerja maksimal agar pelaksanaan Operasi Ketupat berjalan sukses. Dengan soliditas dan sinergi yang kuat, kita dapat mewujudkan tagline Mudik Aman, Keluarga Bahagia,” tegas Kapolri.

Sumber: Divisi Humas Polri

Tinggalkan Komentar