Inovasi Pekerja KPB Pangkas Waktu Pekerjaan RDMP hingga 61 Hari

Pertamina
Inovasi para pekerja PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) turut mendorong percepatan penyelesaian proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan. Kamis (15/10/2026).

Balikpapan, Gerbangkaltim.com — Inovasi para pekerja PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) turut mendorong percepatan penyelesaian proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan.

Sebanyak 11 inovasi yang dikembangkan melalui gugus inovasi mutu KPB menghasilkan sejumlah perbaikan dalam pekerjaan teknis, mulai dari pemangkasan waktu pengerjaan hingga penghematan biaya.

Salah satu inovasi dengan dampak terbesar datang dari gugus CR7. Gugus ini mengembangkan metode dan alat bantu untuk pemasangan inliner plate, yakni pelat pelapis bagian dalam Process Gas Boiler.

Dengan metode tersebut, pekerjaan dapat diselesaikan 61 hari lebih cepat dibandingkan metode sebelumnya. Selain mempercepat pekerjaan, inovasi itu juga menghasilkan biaya yang berhasil dihindari sekitar Rp1,4 miliar.

Direktur Keuangan PT KPB Subiyantoro mengatakan inovasi harus menjadi bagian dari budaya kerja perusahaan, bukan sekadar kegiatan tambahan.

“Inovasi harus menjadi bagian dari cara kita bekerja sekaligus fondasi keberlanjutan perusahaan,” kata Subiyantoro.

Ia mendorong agar inovasi yang telah terbukti memberikan manfaat dapat terus diterapkan, dipertahankan, dan direplikasi pada unit kerja lainnya.

Selain CR7, inovasi juga dilakukan untuk mengatasi persoalan kebocoran pada sambungan pipa utilitas.
Gugus SWAT mengembangkan metode pengelasan STR-G (Seal Weld Threaded with GTAW).

Melalui metode tersebut, waktu perbaikan setiap sambungan dapat dipangkas dari sebelumnya empat hari menjadi hanya 0,25 hari.

Inovasi SWAT juga menghasilkan biaya yang berhasil dihindari sekitar Rp1,01 miliar.

Sementara itu, gugus EL LAJU melakukan modifikasi jalur pipa C4 pada unit pemurnian LPG. Modifikasi tersebut ditujukan agar proses penyalaan awal atau start-up dan uji operasi (commissioning) dapat berlangsung tanpa terputus.

Perbaikan itu dinilai mendukung kelancaran proses produksi dan lifting LPG sesuai target operasi.

Tidak seluruh inovasi berfokus pada peralatan dan pekerjaan teknis. KPB juga mengembangkan inovasi di bidang peningkatan kompetensi pekerja melalui program PROTON (Professional Refinery Operations Competency Development).

Program tersebut dirancang untuk meningkatkan kompetensi operator dan panelman kilang melalui peta pengembangan kompetensi selama tiga tahun.

Pengembangan dilakukan melalui belajar mandiri, pendampingan pekerja berpengalaman, serta evaluasi secara bertahap.

Perkembangan peserta juga dipantau melalui HC Portal.
Selain CR7, SWAT, EL LAJU, dan PROTON, terdapat tujuh inovasi lain yang dikembangkan pekerja KPB, yakni STITCH, F.A.T, RFCC PRIME INNOVATOR 1, BLACKHOLE, GASPOL, STRONGBACK, dan GUARD TEAM.

Kesebelas inovasi tersebut mendapat apresiasi dalam ajang Symbiotic Nexus & Innovation Towards Excellence (SYNOVATE) 2026 yang digelar pada 7-9 Oktober 2026.
Forum inovasi Insan Mutu PT KPB dan PT Pertamina Patra Niaga unit Balikpapan tersebut mengusung tema “Innovation: The Inevitable Sustainability” dan menampilkan 40 gugus inovasi terbaik.

Dalam ajang itu, CR7, EL LAJU, PROTON, dan SWAT meraih predikat Gold. Sementara tujuh gugus lainnya meraih predikat Silver.

VP Legal & Relation PT KPB Asep Sulaeman mengatakan budaya inovasi merupakan tanggung jawab seluruh pekerja.

“Teruslah mencari peluang perbaikan sekecil apa pun, karena perbaikan yang dilakukan secara konsisten akan menghasilkan perubahan yang signifikan,” ujar Asep.

Menurut dia, kesibukan dalam pekerjaan tidak semestinya menjadi alasan untuk berhenti melakukan inovasi.

“Kesibukan kerja bukanlah penghalang untuk berinovasi, melainkan pendorong untuk menemukan cara kerja yang lebih baik, efektif, dan berkelanjutan,” katanya.

Salah satu pekerja yang mewakili insan mutu KPB, Wendy Efendi, menilai inovasi tidak selalu harus diwujudkan melalui teknologi atau peralatan berskala besar.

“Hal sekecil apa pun, jika dikemas dan dirangkai dengan baik, bisa memberikan dampak yang luar biasa,” kata Wendy.

 

Tinggalkan Komentar