Kalapas Banjarmasin Tegaskan Integritas Jadi Pilar Utama Pemasyarakatan
Banjarmasin, Gerbangkaltim.com— Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin Akhmad Herriansyah menegaskan integritas harus menjadi pilar utama dalam penyelenggaraan pemasyarakatan. Penegasan tersebut disampaikan saat memimpin Upacara Hari Kesadaran Nasional di lingkungan Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Rabu (17/6/2026).
Upacara berlangsung khidmat dan diikuti seluruh pejabat struktural, pegawai, serta perwakilan warga binaan yang tergabung dalam Pramuka Lapas Kelas IIA Banjarmasin. Kepala Subbagian Tata Usaha Fajar Shidiq Sulistiawan bertindak sebagai Perwira Upacara, sedangkan Kepala Subseksi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja Obi Noverianda menjadi Komandan Upacara.
Dalam amanatnya, Akhmad Herriansyah mengatakan Hari Kesadaran Nasional tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi momentum untuk memperkuat nilai nasionalisme, kedisiplinan, tanggung jawab, dan komitmen dalam menjalankan tugas.
“Hari Kesadaran Nasional bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus menumbuhkan kesadaran berbangsa dan bernegara. Kesadaran tersebut harus diwujudkan dalam sikap disiplin, tanggung jawab, dan integritas dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Akhmad Herriansyah.
Ia juga mengingatkan seluruh jajaran mengenai ketentuan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) terbaru, khususnya Pasal 276 yang mengatur larangan bagi petugas menerima maupun memberikan barang kepada warga binaan di luar ketentuan yang berlaku.
Menurut dia, pelanggaran terhadap aturan tersebut dapat berujung pada sanksi pidana maupun denda sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.
“Saya mengingatkan kepada seluruh jajaran untuk menjaga integritas dan memahami konsekuensi hukum dari setiap tindakan yang dilakukan. Tidak ada ruang bagi pelanggaran integritas, termasuk praktik pemberian maupun penerimaan barang yang tidak sesuai ketentuan. Integritas harus menjadi komitmen bersama seluruh insan pemasyarakatan,” kata Akhmad.
Selain memberikan penekanan kepada petugas, Kalapas Banjarmasin juga mengapresiasi keterlibatan warga binaan yang tergabung dalam Pramuka Lapas. Tiga anggota Pramuka warga binaan dipercaya menjadi pengibar Bendera Merah Putih setelah menjalani latihan selama dua hari.
Akhmad menilai partisipasi tersebut menjadi bukti keberhasilan program pembinaan yang dijalankan di dalam lapas dalam menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, dan semangat kebangsaan.
“Saya mengapresiasi anggota Pramuka warga binaan yang telah menunjukkan kedisiplinan dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas hari ini. Keikutsertaan mereka menjadi bukti bahwa proses pembinaan mampu membentuk karakter positif, meningkatkan rasa percaya diri, serta menumbuhkan semangat cinta tanah air,” ujarnya.
Salah seorang anggota Pramuka warga binaan yang bertugas sebagai pengibar bendera, RK, mengaku bangga mendapat kepercayaan tersebut.
“Menjadi pengibar bendera pada Upacara Hari Kesadaran Nasional merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Kesempatan ini menjadi motivasi untuk terus memperbaiki diri dan menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya,” ungkap RK.
Melalui peringatan Hari Kesadaran Nasional, Lapas Kelas IIA Banjarmasin berupaya memperkuat nilai nasionalisme, kesadaran hukum, dan integritas sebagai fondasi pelaksanaan tugas pemasyarakatan sekaligus pembinaan warga binaan menuju perubahan yang lebih baik.
BACA JUGA
