Kapolda Kaltim Tegaskan Komitmen Rekrutmen Bersih, Pimpin Sumpah dan Pakta Integritas Penerimaan Polri 2026

Kapolda Kaltim
Kapolda Kaltim Endar Priantoro memimpin pengambilan sumpah dan penandatanganan pakta integritas sebagai komitmen mewujudkan rekrutmen Polri 2026 yang bersih dan transparan.

Gerbangkaltim.com, Balikpapan – Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Timur, Endar Priantoro, memimpin langsung prosesi pengambilan sumpah dan penandatanganan pakta integritas dalam rangka penerimaan terpadu anggota Polri Tahun Anggaran 2026. Kegiatan tersebut digelar di Gedung Mahakam Polda Kaltim, Selasa (31/3/2026), sebagai bagian dari tahapan penting dalam proses seleksi calon anggota kepolisian.

Prosesi ini menjadi simbol komitmen bersama seluruh pihak untuk memastikan pelaksanaan rekrutmen berjalan sesuai prinsip transparansi dan akuntabilitas. Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pejabat utama Polda Kaltim, panitia seleksi, pengawas internal dan eksternal, serta perwakilan orang tua dan peserta seleksi.

Data yang dihimpun menunjukkan, sebanyak 1.515 calon siswa (casis) mengikuti proses penerimaan tahun ini. Rinciannya terdiri dari 1.393 peserta jalur Bintara, 86 peserta Taruna Akademi Kepolisian (Akpol), dan 36 peserta jalur Tamtama. Jumlah tersebut mencerminkan tingginya minat generasi muda untuk bergabung menjadi bagian dari institusi Polri.

Dalam arahannya, Kapolda Kaltim menegaskan bahwa sumpah dan pakta integritas yang diucapkan bukan sekadar formalitas, melainkan memiliki konsekuensi moral dan tanggung jawab besar. Ia menekankan pentingnya menjaga integritas selama seluruh tahapan seleksi berlangsung.

“Pakta integritas ini adalah komitmen bersama untuk mewujudkan proses rekrutmen yang bersih, transparan, akuntabel, dan humanis. Tidak boleh ada praktik kecurangan dalam bentuk apa pun,” tegasnya.

Lebih lanjut, keterlibatan berbagai unsur pengawas, termasuk dari pihak eksternal dan orang tua peserta, menjadi bentuk keterbukaan kepada publik. Hal ini dilakukan guna memastikan bahwa proses seleksi berjalan objektif dan bebas dari intervensi.

Konsep BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis) kembali ditegaskan sebagai landasan utama dalam seluruh rangkaian seleksi. Dengan prinsip tersebut, Polri berupaya menciptakan sistem rekrutmen yang kredibel dan dipercaya masyarakat.

Melalui pelaksanaan sumpah dan penandatanganan pakta integritas ini, diharapkan seluruh tahapan seleksi penerimaan Polri Tahun Anggaran 2026 dapat berjalan lancar dan menghasilkan sumber daya manusia unggul. Para calon anggota diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan akademik dan fisik, tetapi juga integritas serta dedikasi tinggi dalam mengabdi kepada bangsa dan negara.

Sumber: Polda Kalimantan Timur

Tinggalkan Komentar