Karhutla Kembali Muncul di Deliniasi IKN, Tim Gabungan Lakukan Pemadaman dan Penyekatan

Penajam
Tim gabungan dari Kodim 0913/Penajam Paser Utara, Yonif Teritorial Pembangunan (TP) 826/BTB, Kesatuan Pengelolaan Hutan dan Produksi (KPHP) Dinas Kehutanan, serta Otorita IKN (OIKN) dikerahkan untuk melakukan pendinginan, penyekatan, sekaligus pemadaman titik api yang terjadi di kawasan Kampung Dayak Nusantara, Desa Sukomulyo, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, yang masuk wilayah deliniasi Ibu Kota Nusantara (IKN), Sabtu (5/9/2026).

Penajam Paser Utara, Gerbangkaltim.com — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di kawasan Kampung Dayak Nusantara, Desa Sukomulyo, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, yang masuk wilayah deliniasi Ibu Kota Nusantara (IKN).

Tim gabungan dari Kodim 0913/Penajam Paser Utara, Yonif Teritorial Pembangunan (TP) 826/BTB, Kesatuan Pengelolaan Hutan dan Produksi (KPHP) Dinas Kehutanan, serta Otorita IKN (OIKN) dikerahkan untuk melakukan pendinginan, penyekatan, sekaligus pemadaman titik api.

Dandim 0913/PPU Letkol Inf. Fandy Satria Dwi Wahyuono mengatakan, penanganan dilakukan sejak Jumat (4/9/2026) pagi setelah ditemukan kembali titik api di sekitar lokasi yang sebelumnya terbakar.

“Sejak pagi kami bersama tim gabungan melaksanakan pendinginan dan penyekatan untuk mencegah api kembali meluas. Kondisi di lapangan cukup dinamis karena angin kencang membuat api dapat kembali menyala,” kata Fandy, Sabtu (5/9/2026).

Kegiatan dimulai sekitar pukul 06.00 Wita di titik koordinat -0.879035 dan 116.933101. Lokasi tersebut berada di Kampung Dayak Nusantara, tepatnya di kawasan sekitar Gereja Oikumene Bukit Likon.

Sekitar pukul 07.30 Wita, tim menemukan nyala api baru dalam radius sekitar dua kilometer dari lokasi awal, tepatnya di koordinat -0.8810270 dan 116.9232350.

Tim kemudian bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman secara manual dengan dukungan satu unit mobil pemadam dari Yon TP 826/BTB.

Namun, sekitar pukul 08.30 Wita, api kembali muncul di lokasi yang sebelumnya terbakar. Tim pun kembali melakukan penanganan di titik awal.

Menurut Fandy, kondisi lahan berupa semak belukar dengan lapisan gambut tipis. Tiupan angin yang cukup kencang turut menyebabkan api mudah kembali menyala dan menyebar melalui vegetasi kering.

“Kami terus melakukan penyisiran dan pendinginan. Titik-titik yang masih mengeluarkan asap atau berpotensi menimbulkan api kembali langsung kami tangani,” ujarnya.

Selain pemadaman dari darat, pemantauan dari udara juga dilakukan. Sekitar pukul 10.55 Wita, satu unit helikopter jenis Caracal terlihat mengitari kawasan karhutla untuk memantau kondisi dari udara.

Berada di Kawasan Permukiman

Kampung Dayak Nusantara dihuni sekitar 50 kepala keluarga. Sebagian besar warga berasal dari Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat, serta terdapat pemilik kebun dari Desa Sukomulyo, Kecamatan Sepaku, dan Desa Loa Duri Ulu, Kecamatan Loa Janan, Kutai Kartanegara.

Warga di kawasan tersebut umumnya mengelola perkebunan, antara lain pinang dan kelapa sawit. Masing-masing kepala keluarga disebut memiliki lahan perkebunan sekitar lima hektare.

Kondisi tersebut membuat penanganan karhutla menjadi perhatian karena titik kebakaran berada tidak jauh dari permukiman dan fasilitas umum.

Di kawasan Kampung Dayak Nusantara terdapat satu masjid dan satu Gereja Oikumene.

“Karena ada permukiman dan fasilitas ibadah di sekitar lokasi, kami mengutamakan penyekatan agar api tidak bergerak ke arah area yang dihuni masyarakat,” kata Fandy.

Lokasi karhutla berjarak sekitar 30 kilometer dari Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN dan sekitar 67 kilometer dari Bandara Nusantara.
Dalam penanganan tersebut, Kodim 0913/PPU menurunkan tujuh personel termasuk Dandim. Yon TP 826/BTB mengerahkan lima personel, KPHP Dinas Kehutanan sekitar 15 orang dengan satu unit kendaraan Kajama, serta OIKN sekitar 10 personel.

Sementara itu, peralatan yang digunakan di lapangan terdiri dari satu unit mobil pemadam milik Yon TP 826/BTB dan satu unit mobil Kajama KPHP Dinas Kehutanan.

Fandy menegaskan, proses pemadaman dan pendinginan masih terus dilakukan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul.

“Penanganan masih berlangsung. Kami akan terus melakukan pemadaman, pendinginan, dan penyekatan sampai kondisi benar-benar aman,” ujarnya.

Tinggalkan Komentar