Tim Penyuluh TNI Gali Perspektif Media dalam Pencegahan Karhutla di Balikpapan
Balikpapan, Gerbangkaltim.com – Tim Penyuluh dari Mabes TNI, Mabes Angkatan, dan Perwira Siswa Sesko TNI Dikreg 56 menggali perspektif awak media mengenai persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.
Kegiatan tersebut berlangsung melalui audiensi dan diskusi bersama sejumlah awak media di Balikpapan, Sabtu (5/9/2026).
Diskusi dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi karhutla dari sisi peliputan di lapangan sekaligus membahas peran media dalam mendorong pencegahan dan meningkatkan kesadaran masyarakat.
Selama ini, jurnalis menjadi salah satu pihak yang kerap berada di lokasi ketika karhutla terjadi. Dari proses peliputan tersebut, awak media dapat melihat secara langsung titik rawan kebakaran, kondisi di lokasi kejadian, hingga berbagai kendala dalam proses pemadaman.
Salah satu anggota Tim Penyuluh, Kolonel Inf Ary Sutrisno, mengatakan media memiliki posisi penting dalam upaya pencegahan karhutla.
Menurut dia, pemberitaan tidak seharusnya hanya dilakukan ketika kebakaran sudah terjadi. Media juga dapat menjadi sarana edukasi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai bahaya dan cara mencegah karhutla.
“Media ini memiliki peran yang sangat penting. Tidak hanya ketika terjadi kebakaran memberitakan, tetapi bagaimana informasi dan edukasi tentang pencegahan ini bisa sampai kepada masyarakat,” ujar Ary.
Ia menilai, pemahaman masyarakat mengenai bahaya karhutla akan membantu memperkuat langkah pencegahan sejak dini.
“Karena kalau masyarakat sudah memahami bahayanya, tentu upaya pencegahan akan lebih mudah dilakukan,” lanjutnya.
Ary juga memiliki kedekatan dengan Balikpapan. Ia merupakan warga asli Kota Minyak dan mengenyam pendidikan mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas di kota tersebut.
Karena itu, ia mengaku memahami sebagian kondisi wilayah dan karakter masyarakat Balikpapan.
“Saya sendiri orang Balikpapan. Dari SD sampai SMA saya sekolah di sini, jadi sedikit banyak saya tahu kondisi Balikpapan,” katanya.
Menurut Ary, pencegahan karhutla tidak dapat dibebankan kepada satu pihak. Penanganannya membutuhkan keterlibatan pemerintah, TNI, Polri, masyarakat, serta media.
“Kami ingin mendengar langsung dari rekan-rekan media yang selama ini berada di lapangan. Apa yang dilihat, apa yang menjadi persoalan dan bagaimana pemberitaan bisa ikut mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap pencegahan karhutla,” ujarnya.
Ia berharap media dapat membantu memperkuat pesan-pesan pencegahan kepada masyarakat. Dengan demikian, informasi yang disampaikan tidak berhenti pada laporan mengenai kebakaran, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai langkah yang dapat dilakukan untuk mencegahnya.
Tim Penyuluh yang hadir dalam audiensi tersebut terdiri dari Kolonel Inf Akhmad Juni Toa, Kolonel Inf Ary Sutrisno, Kolonel Laut (P) Topan Agung Yuwono, dan Kolonel Pnb Dodik Supriyanto.
Sebelum menjabat sebagai Komandan Kodim 0506/Tangerang, Ary Sutrisno sebelumnya menjabat sebagai Komandan Kodim 0612/Tasikmalaya.
Audiensi bersama awak media diharapkan dapat memperkuat kolaborasi dalam menyampaikan informasi mengenai pencegahan karhutla di Balikpapan.
Upaya tersebut dinilai penting karena pencegahan tidak hanya dilakukan ketika api telah muncul, tetapi juga melalui edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat untuk mengurangi potensi kebakaran sejak dini.
Dengan sinergi antara pemerintah, aparat, masyarakat, dan media, upaya pencegahan karhutla di Balikpapan diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
BACA JUGA
