Kepala Otorita IKN Tinjau OMC, Pesawat Cassa TNI AU Sudah 6 Kali Sortie Tebar 4,8 Ton NaCl

Lanud Dhomber
Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Basuki Hadimuljono meninjau pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah IKN dan sekitarnya, Selasa (25/8/2026).

Balikpapan, Gerbangkaltim.com — Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Basuki Hadimuljono meninjau pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah IKN dan sekitarnya, Selasa (25/8/2026).

Kunjungan tersebut berlangsung di Posko Satgas Udara, Baseops Lanud Dhomber, Balikpapan. Basuki disambut Komandan Lanud Dhomber Kolonel Pnb I Gusti Ngurah Sorga Laksana, M.Han.

Dalam kunjungan itu, Basuki menerima paparan dari Tim OMC TNI Angkatan Udara (TNI AU) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai pelaksanaan serta hasil penyemaian selama tiga hari operasi.

Berdasarkan paparan tersebut, OMC menggunakan pesawat Cassa NC-212 TNI AU dengan tail number A-2105. Pesawat itu telah melaksanakan enam sortie penerbangan dengan total bahan semai sebanyak 4.800 kilogram natrium klorida (NaCl) atau garam.

Penyemaian dilakukan di sekitar kawasan Bendungan Sepaku Semoi, IKN. Penentuan lokasi penyemaian disesuaikan dengan kondisi atmosfer dan potensi pertumbuhan awan yang terpantau melalui analisis serta informasi cuaca dari BMKG.

Basuki mengapresiasi kerja sama seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan OMC tersebut.

“Terima kasih kepada BMKG, Otorita IKN, dan TNI Angkatan Udara yang telah bekerja keras, bersinergi, serta memberikan dukungan penuh dalam pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca ini,” kata Basuki.

Menurut dia, seluruh unsur telah menjalankan tugas dan tanggung jawab masing-masing untuk mendukung keberhasilan pelaksanaan OMC di wilayah IKN.

Basuki juga menegaskan bahwa teknologi modifikasi cuaca merupakan salah satu bentuk ikhtiar manusia untuk mengoptimalkan kondisi cuaca.

“Upaya manusia melalui teknologi modifikasi cuaca merupakan bentuk ikhtiar, sedangkan hasil akhirnya tetap menjadi kehendak Tuhan Yang Maha Esa,” ujarnya.

Sementara itu, Danlanud Dhomber Kolonel Pnb I Gusti Ngurah Sorga Laksana mengatakan pelaksanaan OMC merupakan bentuk sinergi antara TNI AU, BMKG, Otorita IKN, dan sejumlah unsur terkait.

Menurut dia, operasi tersebut dilakukan untuk mendukung upaya mengoptimalkan potensi hujan di wilayah sasaran.

“Setiap sortie dilaksanakan berdasarkan hasil pemantauan kondisi cuaca dan keberadaan awan yang berpotensi untuk dilakukan penyemaian,” kata Sorga.

Ia menjelaskan, pelaksanaan penyemaian tidak dilakukan secara sembarangan. Setiap penerbangan dan penyemaian mempertimbangkan kondisi atmosfer serta keberadaan awan yang dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi hujan.

Dengan koordinasi antara tim udara dan tim meteorologi, pelaksanaan OMC diharapkan dapat berjalan efektif dalam mendukung pengelolaan kondisi cuaca di kawasan IKN dan sekitarnya.

Tinggalkan Komentar