Listrik 24 Jam Terangi Senambah-Mulupan, PLN Sasar 168 Desa
BALIKPAPAN, Gerbangkaltim.com – Listrik 24 jam di Senambah dan Mulupan menjadi bagian dari perjalanan PLN memperluas akses energi di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Setelah dua desa di Kecamatan Muara Bengkal, Kabupaten Kutai Timur, menikmati layanan listrik penuh sepanjang hari, PLN UID Kaltimra kini menyiapkan pengembangan jaringan untuk menjangkau 168 desa lainnya.
Perluasan tersebut menjadi langkah lanjutan PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (UID Kaltimra) dalam meningkatkan pemerataan akses listrik, terutama bagi desa-desa yang menghadapi tantangan geografis dan keterbatasan infrastruktur.
Untuk mendukung program tersebut, PLN menyiapkan sekitar 875,36 kilometer jaringan tegangan menengah (JTM), 486,62 kilometer jaringan tegangan rendah (JTR), serta 220 unit gardu distribusi. Infrastruktur ini direncanakan dapat membuka akses listrik PLN bagi sekitar 9.885 calon pelanggan.
Pembangunan jaringan tersebut bukan pekerjaan sederhana. Luas wilayah Kalimantan, jarak antarpemukiman, kondisi medan, akses menuju desa, hingga proses pengangkutan material dan peralatan menjadi sejumlah tantangan yang harus dihadapi.
Namun, kondisi geografis tersebut tidak menghentikan upaya PLN untuk memperluas layanan kelistrikan secara bertahap.
Salah satu hasil pembangunan yang telah dirasakan masyarakat berada di Desa Senambah dan Desa Mulupan. Sebelum terhubung dengan jaringan PLN, warga di kedua desa tersebut masih mengandalkan pembangkit listrik tenaga diesel yang waktu operasinya terbatas.
Kini, sebanyak 512 pelanggan di Senambah dan Mulupan telah memperoleh pasokan listrik PLN selama 24 jam. Kehadiran listrik sepanjang hari diharapkan memberikan manfaat yang lebih luas, mulai dari penerangan rumah, kegiatan belajar anak-anak, hingga aktivitas ekonomi masyarakat.
Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman menyambut baik hadirnya layanan listrik 24 jam di kedua desa tersebut. Menurutnya, penyalaan listrik menjadi momentum penting bagi pembangunan di wilayah Kecamatan Muara Bengkal.
Ardiansyah berharap kerja sama Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dengan PLN terus diperkuat sehingga perluasan akses listrik dapat dilanjutkan ke wilayah lain yang masih membutuhkan.
General Manager PLN UID Kaltimra Muchamad Chaliq Fadli mengatakan penyalaan listrik di Senambah dan Mulupan merupakan bagian dari proses panjang pemerataan kelistrikan di Kaltim dan Kaltara.
Menurut Chaliq, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa tantangan geografis dapat dihadapi melalui kolaborasi antara PLN, pemerintah, pemerintah desa, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya.
Ia menegaskan, pekerjaan pemerataan listrik masih belum selesai. PLN secara bertahap terus membangun infrastruktur untuk menjangkau desa-desa yang belum mendapatkan akses listrik secara optimal.
Chaliq mengatakan pembangunan listrik desa tidak hanya dapat dilihat dari panjang jaringan maupun jumlah gardu yang dibangun. Di balik pembangunan infrastruktur tersebut terdapat kebutuhan masyarakat terhadap penerangan, pendidikan, aktivitas ekonomi, dan kesempatan untuk mengembangkan potensi desa.
Karena itu, dukungan pemerintah daerah dan masyarakat dinilai penting, baik selama proses pembangunan maupun setelah infrastruktur kelistrikan beroperasi.
Hingga Juli 2026, Rasio Elektrifikasi (RE) PLN di Kalimantan Timur tercatat mencapai 95,87 persen. Sementara Rasio Desa Berlistrik (RDB) PLN di provinsi tersebut mencapai 93,06 persen.
Di Kalimantan Utara, RE PLN tercatat 99,17 persen dengan RDB PLN mencapai 81,95 persen.
Capaian tersebut menunjukkan perkembangan perluasan akses listrik di wilayah kerja PLN UID Kaltimra. Namun, masih terdapat desa yang membutuhkan pembangunan dan penguatan infrastruktur kelistrikan.
Dari Senambah dan Mulupan, upaya pemerataan tersebut kini berlanjut menuju 168 desa lainnya. Jaringan listrik yang dibangun diharapkan tidak sekadar menghadirkan penerangan, tetapi juga membuka peluang baru bagi masyarakat untuk belajar, bekerja, menjalankan usaha, dan mengembangkan kehidupan ekonomi desa.
PLN UID Kaltimra menyatakan akan terus melanjutkan pembangunan bersama pemerintah daerah dan masyarakat agar akses energi semakin merata di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.
Sumber: PLN UID Kaltimra
BACA JUGA
