Pemkab Paser Koordinasi dengan PLN, 4 Desa Masih Belum Terjangkau Listrik
PASER, Gerbangkaltim.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser memperkuat koordinasi dengan PT PLN (Persero) untuk menjaga keandalan pasokan listrik sekaligus mendorong pemerataan akses energi hingga ke wilayah perdesaan.
Upaya tersebut dibahas Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Paser, Adi Maulana, S.Sos., M.Si., saat mengunjungi Kantor PLN Tanah Grogot dan bertemu dengan manajer setempat, Senin (26/10/2026).
Dalam pertemuan itu, Adi menyampaikan apresiasi atas dukungan PLN dalam memenuhi kebutuhan listrik masyarakat. Menurutnya, sinergi pemerintah daerah dan PLN diperlukan untuk menjaga kualitas pelayanan kelistrikan di Kabupaten Paser.
1. Pemadaman listrik dipengaruhi pemeliharaan dan gangguan pembangkit
Adi turut menanggapi pemadaman listrik yang terjadi belakangan ini. Ia menjelaskan, kondisi tersebut tidak hanya dialami Kabupaten Paser, tetapi juga sejumlah wilayah di Kalimantan.
Pemadaman bergilir dilakukan akibat pemeliharaan pembangkit serta gangguan pada sejumlah fasilitas pembangkit yang berdampak terhadap kesiapan operasional dan pasokan listrik.
“PLN sudah berupaya mengantisipasi agar pemadaman tidak terjadi. Namun, karena adanya kendala teknis dan pekerjaan perbaikan peralatan, pemadaman bergilir tidak dapat sepenuhnya dihindari,” ujarnya.
Ia menambahkan, pelaksanaan pemadaman diupayakan seefektif mungkin agar tidak terlalu mengganggu aktivitas masyarakat, terutama kegiatan yang membutuhkan pasokan listrik secara berkelanjutan.
Pemkab Paser, lanjutnya, memahami tantangan yang dihadapi PLN dalam menjaga stabilitas pasokan energi. Masyarakat pun diharapkan dapat memahami kondisi tersebut sembari mendukung upaya perbaikan yang dilakukan.
2. Empat desa di Paser belum terjangkau jaringan PLN
Selain membahas keandalan pasokan listrik, pertemuan tersebut juga menyoroti pemerataan akses listrik di wilayah Kabupaten Paser.
Adi menyebutkan, hingga 2026 masih terdapat empat desa yang belum terjangkau jaringan listrik PLN. Untuk memenuhi kebutuhan energi, masyarakat di desa-desa tersebut telah memanfaatkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sebagai alternatif.
Menurutnya, kondisi geografis menjadi salah satu tantangan dalam memperluas jaringan listrik ke wilayah yang belum terjangkau. Karena itu, diperlukan dukungan berbagai pihak agar pembangunan infrastruktur kelistrikan dapat berjalan lancar.
Pemkab Paser berharap perluasan jaringan listrik dapat terus dilakukan sehingga seluruh desa nantinya memperoleh akses energi yang memadai.
3. Warga diminta mendukung pembangunan jaringan listrik
Adi juga mengajak masyarakat berpartisipasi dalam mendukung pembangunan jaringan listrik, termasuk membantu penyelesaian persoalan lahan dan tanaman yang terdampak pemasangan tiang listrik.
Menurutnya, dukungan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam memperlancar pembangunan infrastruktur kelistrikan, terutama di daerah yang memiliki tantangan geografis.
“Harapan kita seluruh desa di Kabupaten Paser dapat teraliri listrik. Untuk itu, dukungan masyarakat sangat diperlukan, termasuk dalam proses pembangunan jaringan dan penyelesaian persoalan lahan,” tambahnya.
Ia menegaskan, perluasan akses listrik bukan hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur, tetapi juga upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Melalui koordinasi berkelanjutan antara Pemkab Paser dan PLN, pemerintah daerah berharap keandalan pasokan listrik semakin baik dan pemerataan akses energi dapat menjangkau desa-desa yang hingga kini belum terhubung dengan jaringan PLN. (adv)
BACA JUGA
