Pengamanan Aksi GERAM di Samarinda Berjalan Kondusif, Korps Brimob Polri Kedepankan Pendekatan Humanis

aksi GERAM Samarinda
Personel Brimob Kaltim bersiaga mengamankan jalannya aksi unjuk rasa Aliansi GERAM di depan Makorem 091/ASN Samarinda dengan pendekatan humanis dan persuasif.

Gerbangkaltim.com, Samarinda — Aparat dari Korps Brimob Polri Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Kalimantan Timur mengawal jalannya aksi unjuk rasa yang digelar Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM) di depan Markas Korem 091/ASN Samarinda, Rabu (8/4/2026). Pengamanan dilakukan dengan pendekatan humanis guna memastikan aspirasi masyarakat dapat tersampaikan tanpa mengganggu ketertiban umum.

Sebanyak satu Satuan Setingkat Kompi (SSK) personel diterjunkan di bawah komando Ipda Agus Purnomo. Sejak pagi hari, aparat telah bersiaga di lokasi untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan selama aksi berlangsung. Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi tersebut menyampaikan tuntutan mereka secara terbuka di depan gerbang Makorem.

Dalam dinamika aksi, massa sempat melakukan pembakaran ban bekas sebagai bentuk protes. Namun, situasi tetap terkendali. Personel di lapangan menunjukkan sikap profesional dengan tidak terpancing provokasi, sehingga aksi berjalan tanpa eskalasi menuju tindakan anarkis.

Sebelum pelaksanaan pengamanan, seluruh personel mengikuti apel gabungan serta Tactical Floor Game (TFG) di Makodim 0901/ASN Samarinda. Kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan pola tindak serta memperkuat koordinasi antar unsur pengamanan, termasuk dalam pengendalian massa dan perlindungan objek vital.

Kepala Bagian Operasi Satbrimob Polda Kaltim, Nugroho Widihyanto, menegaskan bahwa strategi pengamanan yang diterapkan mengedepankan prinsip persuasif dan negosiasi.

“Pengamanan dilakukan sesuai prosedur operasional standar dengan pendekatan dialogis. Tujuannya adalah memastikan hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat tetap terlindungi, sekaligus menjaga stabilitas keamanan kota,” ujarnya.

Sementara itu, Komandan Satuan Brimob Polda Kaltim, Andy Rifai, menyatakan bahwa kehadiran aparat bukan untuk membatasi kebebasan berpendapat, melainkan untuk menjamin keamanan seluruh pihak yang terlibat.

Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara kebebasan berekspresi dan kepatuhan terhadap aturan hukum yang berlaku. Menurutnya, pendekatan humanis menjadi kunci dalam menciptakan suasana kondusif selama aksi berlangsung.

“Aspirasi masyarakat adalah bagian dari demokrasi. Tugas kami memastikan penyampaian aspirasi berjalan aman, tertib, dan tidak merugikan pihak lain,” tegasnya.

Pengamanan yang berjalan lancar ini menjadi contoh implementasi strategi kepolisian modern yang mengedepankan komunikasi, pengendalian emosi, serta profesionalitas dalam menghadapi dinamika aksi massa.

Sumber: Satbrimob Polda Kalimantan Timur

Tinggalkan Komentar