Penjualan Motor di Kaltim Hadapi Tantangan, Honda Tetap Optimistis Kuasai Pasar Gen Z
Balikpapan, Gerbangkaltim.com — Penjualan sepeda motor di Kalimantan Timur pada awal 2026 mengalami tantangan akibat perlambatan ekonomi daerah. Meski demikian, Astra Motor Kaltim 1 tetap optimistis mampu mempertahankan dominasi pasar, terutama di segmen anak muda dan kendaraan matik.
Manager Marketing Astra Motor Kaltim 1, Andreas Nathanael mengatakan, kondisi pasar roda dua saat ini cukup menantang. Selain keterbatasan produksi pada sejumlah model, daya beli masyarakat juga dipengaruhi perlambatan ekonomi daerah.
“Market saat ini memang cukup challenging. Namun kami tetap optimistis Honda bisa mempertahankan dominasi pasar di Kalimantan Timur,” kata Andreas, Sabtu (9/5/2026).
Ia menjelaskan, saat ini penjualan Honda di Kaltim masih ditopang lini skuter matik seperti Beat Series, Scoopy, PCX, dan Vario 160. Astra Motor juga terus menghadirkan produk dan tampilan baru untuk menarik minat konsumen muda.
“Produk kami masih didominasi Beat Series, Scoopy, PCX, dan Vario 160. Selain itu ada juga lini terbaru seperti Vario Street serta pilihan warna baru Scoopy, termasuk warna silver yang sangat diminati anak muda dan cocok dengan karakter Gen Z,” ujarnya.
Menurut Andreas, konsumen dari kalangan Gen Z kini memberikan kontribusi sekitar 35 persen terhadap pasar sepeda motor Honda di wilayah tersebut.
Untuk menjaga pasar tetap tumbuh, Astra Motor Kaltim 1 menyiapkan sejumlah strategi, mulai dari peningkatan layanan hingga program promosi kreatif.
“Hal pertama yang kami jaga adalah pelayanan kepada konsumen. Kami ingin konsumen tetap loyal dan melakukan repeat order. Selain itu kami juga menyiapkan berbagai program menarik untuk mempermudah masyarakat memilih produk Honda,” ucapnya.
Ia menambahkan, perusahaan juga akan lebih aktif menggelar berbagai kegiatan kreatif dan dekat dengan anak muda.
“Kami akan terus membuat event-event unik dan kreatif supaya masyarakat, khususnya anak muda, semakin tertarik menggunakan motor Honda,” katanya.
Meski demikian, Andreas mengakui penjualan unit hingga April 2026 mengalami koreksi dibandingkan periode sebelumnya. Kondisi tersebut dipengaruhi pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur yang masih berada di bawah rata-rata nasional.
“Penjualan sampai April memang sedikit terkoreksi. Kondisi ekonomi Kaltim juga memengaruhi pasar roda dua. Namun kami berharap berbagai kebijakan pemerintah ke depan bisa membantu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Andreas.
Astra Motor Kaltim 1 memprediksi momentum tahun ajaran baru pada Juni hingga Juli 2026 dapat menjadi pendorong peningkatan penjualan. Pada periode tersebut, penjualan sepeda motor biasanya naik sekitar 10 hingga 15 persen.
“Biasanya saat tahun ajaran baru ada peningkatan penjualan sekitar 10 sampai 15 persen. Momentum ini selalu cukup membantu pasar otomotif roda dua,” tuturnya.
Di sisi lain, Andreas menilai tren penggunaan motor bebek terus mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Konsumen kini lebih memilih motor matik karena dinilai lebih praktis dan didukung kondisi infrastruktur jalan yang semakin baik.
“Kontribusi motor bebek terus menurun dalam tiga sampai empat tahun terakhir. Konsumen sekarang lebih memilih motor matik karena lebih mudah digunakan, apalagi kondisi jalan di Kaltim juga semakin bagus,” katanya.
BACA JUGA
