Produk Warga Binaan Lapas Banjarmasin Dilirik Pengunjung, dari Keripik Tempe hingga Ikan Cupang
Banjarmasin, Gerbangkaltim.com — Hasil pembinaan kemandirian warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin mulai mendapat perhatian masyarakat. Beragam produk yang dihasilkan warga binaan dipajang di Stan UMKM Warga Binaan di selasar depan Pintu Utama (P2U) menuju ruang kunjungan, Selasa (1/9/2026).
Keberadaan stan tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang datang untuk menjenguk keluarganya. Mereka tidak hanya melihat hasil pembinaan, tetapi juga berkesempatan membeli sejumlah produk yang ditawarkan.
Produk yang dipajang cukup beragam, mulai dari hasil pertanian dan perikanan, olahan pangan, hingga kerajinan tangan. Beberapa di antaranya adalah keripik tempe, camilan akar pinang, ikan hias cupang, serta berbagai produk hasil kegiatan produktif warga binaan.
Salah seorang pengunjung yang menggunakan nama samaran Wati mengaku tertarik membeli camilan akar pinang dan keripik tempe setelah melihat produk yang dipajang.
“Saya beli camilan akar pinang dan keripik tempe. Produknya menarik dan rasanya juga enak. Menurut saya bagus karena hasil karya warga binaan bisa dipasarkan seperti ini,” ujar Wati.
Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, mengatakan keberadaan Stan UMKM tersebut merupakan bagian dari upaya Lapas memberikan ruang bagi warga binaan untuk mengembangkan keterampilan sekaligus mengenalkan hasil produksinya kepada masyarakat.
Menurut Akhmad Herriansyah, pembinaan kemandirian tidak cukup hanya dengan memberikan keterampilan. Warga binaan juga perlu mendapatkan pengalaman dalam menghasilkan produk yang memiliki nilai guna dan ekonomi.
“Kami terus mendorong agar keterampilan yang diperoleh warga binaan dapat menghasilkan sesuatu yang bernilai dan bermanfaat. Produk yang mereka hasilkan bukan hanya menjadi bukti dari proses pembinaan, tetapi juga menjadi bekal agar mereka dapat kembali produktif dan mandiri di tengah masyarakat,” kata Akhmad Herriansyah.
Sementara itu, Kasi Kegiatan Kerja Lapas Banjarmasin Bagus Paras Etika mengatakan Stan UMKM menjadi salah satu sarana untuk memperkenalkan hasil pembinaan kemandirian kepada masyarakat.
“Kami ingin hasil pembinaan tidak hanya berhenti pada proses produksi. Ketika produk pertanian, perikanan, olahan pangan maupun kerajinan dapat ditampilkan dan dikenal masyarakat, warga binaan juga mendapatkan pengalaman bagaimana menghasilkan produk yang memiliki nilai dan memenuhi kebutuhan konsumen,” ujar Bagus.
Ia menyebut keberagaman produk yang ditampilkan menunjukkan bahwa program pembinaan kemandirian di Lapas Banjarmasin dikembangkan melalui berbagai bidang.
Selain mengasah keterampilan, warga binaan juga diarahkan untuk memahami proses produksi hingga pemasaran. Dengan demikian, kegiatan pembinaan diharapkan dapat menjadi pengalaman yang bermanfaat ketika mereka kembali ke tengah masyarakat.
Akhmad Herriansyah menambahkan, pihaknya akan terus mendorong agar kegiatan pembinaan kemandirian berjalan secara produktif dan berkelanjutan.
“Harapannya, keterampilan yang mereka dapatkan selama menjalani pembinaan bisa menjadi modal ketika kembali ke masyarakat. Kami ingin mereka tidak hanya memiliki keterampilan, tetapi juga memiliki kepercayaan diri untuk kembali produktif daikn mandiri,” ujarnya.
Melalui Stan UMKM Warga Binaan, hasil pembinaan kini tidak hanya menjadi aktivitas internal di dalam Lapas. Produk-produk tersebut mulai diperkenalkan langsung kepada masyarakat, sekaligus membuka peluang agar keterampilan warga binaan memiliki nilai ekonomi dan menjadi bekal setelah mereka menyelesaikan masa pidana.
BACA JUGA
