Warga Binaan Lapas Banjarmasin Belajar Perbaiki dan Cat Motor Lewat Workshop Giatja
Banjarmasin, Gerbangkaltim.com – Workshop Giatja Lapas Kelas IIA Banjarmasin menjadi ruang bagi warga binaan untuk mengasah keterampilan melalui pekerjaan nyata. Salah satunya terlihat dari aktivitas dua warga binaan, J dan D, yang mengerjakan perbaikan dan pengecatan sepeda motor matic, Selasa (1/9/2026).
Motor tersebut merupakan kendaraan milik salah satu petugas Lapas Banjarmasin yang dipercayakan untuk diperbaiki melalui Workshop Giatja. Pengerjaan dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan setiap detail agar hasil akhirnya sesuai dengan kebutuhan.
J dan D mengawali pekerjaan dengan mengamplas bodi motor secara halus. Proses tersebut dilakukan untuk meratakan dan menghaluskan permukaan bodi sebelum masuk ke tahap pengecatan.
Tidak hanya bodi, keduanya juga melakukan pengecatan pada bagian velg. Setiap tahapan dikerjakan dengan teliti untuk memastikan permukaan yang akan dicat berada dalam kondisi siap dan menghasilkan tampilan yang rapi.
J mengatakan, pengerjaan tersebut menjadi kesempatan baginya untuk meningkatkan kemampuan melalui praktik secara langsung.
“Dalam pengerjaan seperti ini harus teliti, terutama saat mengamplas bodi dan mengecat. Kami masih dalam proses dan berusaha mengerjakannya sebaik mungkin agar hasilnya nanti rapi,” ujar J.
Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Banjarmasin, Bagus Paras Etika, mengatakan praktik melalui pekerjaan nyata menjadi salah satu bagian penting dalam pembinaan kemandirian warga binaan.
Menurut Bagus, warga binaan tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai teknik pengerjaan, tetapi juga belajar menyelesaikan pekerjaan sesuai tahapan dan kebutuhan pengguna jasa.
“Melalui pekerjaan nyata seperti ini, warga binaan tidak hanya belajar secara teori, tetapi juga memahami bagaimana menyelesaikan pekerjaan sesuai tahapan dan kebutuhan. Ketelitian dan kualitas hasil pekerjaan menjadi bagian yang terus kami tekankan,” kata Bagus.
Ia menambahkan, adanya pekerjaan atau pesanan dari petugas juga memberikan pengalaman bagi warga binaan untuk membangun rasa tanggung jawab terhadap pekerjaan yang diberikan.
Secara terpisah, Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, mengatakan pembinaan kemandirian diarahkan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke tengah masyarakat.
“Kami ingin keterampilan yang diperoleh warga binaan benar-benar dapat diterapkan dalam pekerjaan. Ketika mereka mampu mengerjakan pekerjaan secara bertanggung jawab dan menghasilkan kualitas yang baik, itu menjadi bagian dari bekal untuk kembali mandiri di masyarakat,” ujar Akhmad Herriansyah.
Melalui Workshop Giatja, warga binaan tidak hanya memperoleh kesempatan untuk mempraktikkan keterampilan teknis, tetapi juga belajar membangun ketelitian, kedisiplinan, tanggung jawab, dan menjaga kualitas hasil pekerjaan.
Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal bagi warga binaan untuk memiliki keterampilan produktif dan lebih siap menjalani kehidupan mandiri setelah menyelesaikan masa pidana.
BACA JUGA
