Tim K3I Polri Perkuat Penanganan Gempa di NTT

NTT
Tim K3I Stamaops Polri meninjau penanganan masyarakat terdampak gempa di wilayah Nusa Tenggara Timur, termasuk distribusi bantuan, fasilitas pengungsian, pelayanan kesehatan, dan trauma healing.

NTT, Gerbangkaltim.com – Penanganan gempa NTT terus diperkuat Polri melalui Tim K3I Stamaops Polri. Pengawasan lapangan, distribusi bantuan, pelayanan kesehatan hingga dukungan pemulihan psikologis bagi warga menjadi bagian dari upaya memastikan masyarakat terdampak mendapatkan penanganan secara cepat dan tepat.

Tim K3I Stamaops Polri yang dipimpin Waastamaops Kapolri Irjen Pol. Laksana, S.I.K., bergerak di sejumlah wilayah terdampak bencana dalam wilayah hukum Polda Nusa Tenggara Timur (NTT). Wilayah yang menjadi perhatian antara lain Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Ngada, dan Nagekeo.

Pada Jumat, 21 Agustus 2026, Irjen Pol. Laksana turut mendampingi kunjungan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka ke sejumlah lokasi pengungsian di Manggarai Timur dan Manggarai.

Kunjungan tersebut mencakup Kampung Waso, Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, serta Desa Goloconggo di Kabupaten Manggarai. Kehadiran pejabat negara dan jajaran kepolisian di lokasi pengungsian menjadi bagian dari pemantauan langsung terhadap kondisi masyarakat pascabencana.

Di sisi lain, Wakil Ketua Tim K3I Brigjen Pol. Tri Atmodjo Marawasianto bersama sejumlah anggota melakukan konsolidasi di Mapolres Manggarai Barat. Dari lokasi tersebut, tim menyiapkan distribusi logistik bantuan Polri untuk masyarakat terdampak di Kabupaten Ngada dan Nagekeo.

Bantuan kemudian diberangkatkan menggunakan dua kendaraan kecil dan dua truk dengan pengawalan personel Brimob Polda NTT menuju kedua wilayah tersebut.

Pada Sabtu, 22 Agustus 2026, Irjen Pol. Laksana kembali melakukan peninjauan posko penanganan bencana di Mapolres Manggarai Barat. Dalam kesempatan itu, ia juga mewakili Polri menerima bantuan kemanusiaan dari Polda Jawa Tengah sebanyak 12 truk.

Bantuan tersebut berisi berbagai kebutuhan bagi masyarakat terdampak dan selanjutnya direncanakan didistribusikan ke tujuh kabupaten yang terdampak bencana di NTT.

Bantuan dan Layanan Kemanusiaan Menjangkau Nagekeo

Di Kabupaten Nagekeo, Tim K3I yang dipimpin Brigjen Pol. Tri Atmodjo Marawasianto bersama AKBP Isaac Koko Hosio dan Brigpol Fransisca Novitasari menyerahkan bantuan Polri kepada warga terdampak melalui Polres Nagekeo.

Tim sekaligus memeriksa sejumlah fasilitas pelayanan dan dukungan kemanusiaan yang disiapkan Polri. Fasilitas tersebut meliputi Mobil Water Treatment, Randurlap, Pos Kesehatan Polri, Pos Bhayangkari Peduli, Pos Trauma Healing, serta Pos Pengungsian Polri.

Perhatian juga diberikan kepada kelompok rentan, terutama anak-anak. Tim meninjau secara langsung pelaksanaan trauma healing yang diberikan kepada masyarakat untuk membantu mengurangi dampak psikologis akibat bencana.

Sementara di Kabupaten Ngada, tim yang terdiri dari Kombes Pol. Bermen Junain Petrus Sianturi dan Kombes Pol. Wawan Setiawan menyerahkan bantuan Polri melalui Polres Ngada. Mereka juga melakukan pengecekan terhadap pendirian tenda pengungsian bagi warga terdampak.

Koordinasi penanganan tidak hanya dilakukan melalui kegiatan lapangan. Ketua Tim K3I juga menggelar rapat secara daring melalui Zoom Meeting bersama Kapolda NTT dan jajaran untuk mengevaluasi perkembangan penanganan bencana, kondisi terkini di lapangan, serta kebutuhan dukungan bagi masyarakat.

Irjen Pol. Laksana menegaskan bahwa keberadaan Tim K3I Stamaops Polri ditujukan untuk memastikan seluruh proses penanganan bencana berjalan terpadu.

“Yang paling utama adalah memastikan bantuan Polri benar-benar sampai dan dirasakan oleh masyarakat yang terdampak,” ujar Irjen Pol. Laksana.

Ia mengatakan pemantauan dan evaluasi akan terus dilakukan bersama Polda NTT serta jajaran kewilayahan. Koordinasi lintas satuan juga diperkuat agar kebutuhan masyarakat dapat segera diidentifikasi dan direspons.

“Polri hadir untuk memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat dalam situasi bencana. Koordinasi dengan seluruh pihak akan terus diperkuat agar setiap kebutuhan masyarakat dapat segera direspons,” tambahnya.

Rangkaian kegiatan Tim K3I Stamaops Polri di wilayah hukum Polda NTT tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat respons kemanusiaan pascabencana. Tidak hanya berfokus pada distribusi logistik, penanganan juga mencakup layanan kesehatan, penyediaan air bersih, tempat pengungsian, hingga pendampingan psikologis bagi warga, khususnya anak-anak.

Sumber: Divisi Humas Polri.

Tinggalkan Komentar