Tim Respons Bencana Satbrimob Jinakkan Api di Samarinda
Gerbangkaltim.com, Samarinda — Tim Respons Bencana Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Kalimantan Timur bergerak cepat menangani kebakaran yang melanda kawasan ruko Koperasi NU dan sebuah bengkel ban mobil di Jalan A.W. Syahrani, Gang 55, Kelurahan Gunung Kelua, Samarinda, Senin (1/6/2026).
Peristiwa kebakaran tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 13.12 WITA. Begitu menerima informasi, personel piket yang dipimpin Brigpol Adi Sujono bersama Bripda Nanzha Putra langsung melakukan pergeseran pasukan menuju lokasi kejadian hanya beberapa menit setelah laporan diterima.
Tim tiba di lokasi pada pukul 13.40 WITA dan segera bergabung dengan unsur pemadam kebakaran lainnya untuk melakukan pemadaman dan pengamanan area sekitar. Petugas berjibaku melokalisasi api agar tidak merembet ke bangunan lain yang berada di kawasan padat aktivitas tersebut.
Berkat respons cepat petugas gabungan, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 14.10 WITA. Meski dua unit bangunan mengalami kerusakan material akibat kebakaran, insiden tersebut dipastikan tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka.
Berdasarkan dugaan awal, kebakaran dipicu oleh korsleting listrik. Namun penyebab pasti masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.
Dansat Brimob Polda Kaltim Kombes Pol Andy Rifai mengapresiasi kesigapan personel di lapangan dalam merespons kejadian darurat tersebut. Menurutnya, kecepatan penanganan menjadi faktor penting untuk meminimalisasi kerugian yang lebih besar.
“Begitu laporan diterima, personel langsung bergerak cepat menuju lokasi. Ini merupakan bentuk komitmen kami untuk selalu hadir membantu masyarakat dalam situasi darurat,” ujar Andy Rifai.
Ia menambahkan, kehadiran Tim Respons Bencana Satbrimob tidak hanya fokus pada penanganan keamanan, tetapi juga mendukung penanggulangan bencana dan penyelamatan masyarakat.
Sementara itu, Kabag Ops Satbrimob Polda Kaltim AKP Nugroho Widihyanto memastikan situasi di lokasi kebakaran saat ini telah aman dan kondusif setelah dilakukan pengamanan di sekitar area terdampak.
Menurut Nugroho, dugaan sementara mengarah pada arus pendek listrik karena tidak ditemukan aktivitas penggunaan kompor maupun sumber api lainnya saat kejadian berlangsung.
“Kami mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa instalasi listrik di rumah maupun tempat usaha guna menghindari risiko korsleting yang dapat memicu kebakaran,” katanya.
Polda Kaltim memastikan koordinasi dengan instansi terkait akan terus dilakukan guna mendukung penanganan pascakebakaran dan proses penyelidikan penyebab insiden tersebut.
Sumber: Satbrimob Polda Kaltim
BACA JUGA
