Catar Akpol Asal Kalteng Pecahkan Rekor Lari Seleksi Pusat 2026

Seleksi Akpol 2026
Calon Taruna Akpol asal Polda Kalimantan Tengah, Jonathan Putra Siregar, mencatatkan jarak lari tertinggi pada tes kesamaptaan Seleksi Tingkat Pusat Akpol 2026 di Akademi Kepolisian Semarang.

Gerbangkaltim.com, Semarang – Proses Seleksi Tingkat Pusat Calon Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung di Akademi Kepolisian, Semarang, Jawa Tengah, terus berjalan dengan mengedepankan prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis). Sistem tersebut diterapkan untuk memastikan seluruh peserta memperoleh kesempatan yang sama berdasarkan kemampuan, kompetensi, dan prestasi yang dimiliki.

Di antara ratusan peserta dari berbagai Polda di Indonesia, Jonathan Putra Siregar berhasil mencuri perhatian saat mengikuti tes kesamaptaan jasmani. Dalam ujian lari selama 12 menit, ia mampu menempuh jarak sejauh 3.575 meter, menjadikannya peserta dengan catatan terbaik pada seleksi tingkat pusat Akpol 2026.

Capaian tersebut menjadi indikator kesiapan fisik Jonathan untuk mengikuti pendidikan kepolisian yang dikenal memiliki standar kebugaran tinggi. Selain unggul dalam aspek fisik, Jonathan juga menunjukkan kemampuan akademik yang kompetitif.

Pada Tes Potensi Akademik (TPA), ia memperoleh nilai 72, sementara pada Tes Bahasa Inggris berhasil meraih skor 82. Menurut Jonathan, hasil tersebut diperoleh melalui persiapan yang dilakukan secara mandiri dengan disiplin tinggi.

Ia mengaku rutin menjalani latihan fisik untuk meningkatkan daya tahan tubuh sekaligus memanfaatkan berbagai platform pembelajaran daring guna memperdalam kemampuan Bahasa Inggris.

Jonathan juga memberikan apresiasi terhadap proses seleksi yang dijalaninya. Menurutnya, seluruh tahapan berlangsung secara terbuka, objektif, dan memberikan kesempatan yang sama bagi setiap peserta untuk menunjukkan kemampuan terbaik.

“Saya merasakan seluruh proses seleksi berjalan transparan. Semua peserta memiliki peluang yang sama dan hasilnya benar-benar ditentukan oleh kemampuan masing-masing,” ungkapnya.

Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia, Irjen Pol. Dr. Anwar, menjelaskan bahwa tes kesamaptaan jasmani merupakan salah satu indikator penting dalam menilai kesiapan calon taruna sebelum mengikuti pendidikan di Akademi Kepolisian.

Menurutnya, Polri tidak hanya menilai kemampuan akademik semata, tetapi juga memperhatikan kondisi kesehatan fisik, kesehatan mental, aspek psikologi, hingga karakter dan integritas setiap peserta.

“Selain kemampuan akademik, kesehatan fisik, kesehatan mental, dan psikologi juga menjadi aspek yang dinilai. Yang tidak kalah penting adalah calon anggota Polri harus memiliki karakter, integritas, dan jiwa melayani masyarakat,” ujar Irjen Pol. Dr. Anwar.

Ia menambahkan, hasil tes kesamaptaan tahun ini menunjukkan perkembangan yang positif. Sebanyak 20 peserta berhasil mencatatkan jarak tempuh lebih dari 3.200 meter dalam tes lari 12 menit, menunjukkan peningkatan kualitas fisik calon taruna yang mengikuti seleksi tingkat pusat.

Polri menegaskan komitmennya untuk terus menyelenggarakan rekrutmen yang bersih, transparan, akuntabel, humanis, serta bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Melalui proses seleksi yang objektif tersebut, diharapkan lahir perwira-perwira muda Polri yang profesional, berintegritas, adaptif, dan siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Sumber: Divisi Humas Polri.

Tinggalkan Komentar