Gembira Ceria Diluncurkan di Balikpapan, Anak PAUD Diajak Belajar Menanam dan Peduli Lingkungan

Pemkot Balikpapan
Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kota Balikpapan Hj Nurlena Rahmad Mas'ud, SE., didampingi Wali Kota Balikpapan Dr H Rahmad Mas'ud, SE., ME., resmi meluncurkan Program Gembira Ceria atau Gerakan Menanam Bersatu, Ciptakan Generasi Peduli Lingkungan, Sabtu (22/8/2026).

Balikpapan, Gerbangkaltim.com — Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kota Balikpapan resmi meluncurkan Program Gembira Ceria atau Gerakan Menanam Bersatu, Ciptakan Generasi Peduli Lingkungan, Sabtu (22/8/2026).

Kegiatan yang digelar di halaman Masjid Madinatul Iman, Balikpapan Islamic Center, itu melibatkan anak-anak PAUD se-Kota Balikpapan. Program tersebut dirancang untuk mengenalkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini melalui kegiatan menanam, merawat, hingga memanfaatkan hasil tanaman.

Wali Kota Balikpapan, Dr Rahmad Mas’ud, SE., ME., mengatakan, kepedulian terhadap lingkungan perlu ditanamkan kepada anak sejak dini. Menurut dia, pendidikan karakter tidak cukup hanya dilakukan melalui teori, tetapi juga melalui pengalaman langsung.

“Ini adalah satu tekad dan ikhtiar kita bagaimana menciptakan generasi-generasi anak kita yang betul-betul peduli. Bukan hanya peduli terhadap dirinya dan keluarga, tetapi juga peduli terhadap sesama makhluk hidup,” kata Rahmad dalam sambutannya.

Ia menilai, kegiatan menanam dan merawat tanaman dapat menjadi sarana sederhana untuk membentuk karakter anak. Dari kegiatan tersebut, anak belajar mengenai kesabaran, tanggung jawab, serta pentingnya menjaga sesuatu yang telah dipercayakan kepada mereka.

“Kalau seseorang mampu mencintai, merawat, dan menanam makhluk hidup, saya yakin pasti dia akan bisa merawat diri dan keluarganya,” ujar Rahmad Mas’ud.

Menurut dia, menanam pohon memang mudah dilakukan. Tantangan sebenarnya adalah bagaimana merawat tanaman tersebut hingga tumbuh dan memberikan manfaat. Hal serupa, kata Rahmad, berlaku dalam kehidupan keluarga.

“Menanam pohon itu gampang dan mudah, tetapi bagaimana merawatnya. Begitu juga dalam kehidupan kita, berkeluarga gampang, tetapi bagaimana merawat hubungan kita terhadap keluarga,” katanya.

Rahmad berharap Program Gembira Ceria tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Ia ingin gerakan tersebut menjadi kebiasaan yang terus dilakukan di satuan PAUD di Balikpapan sehingga anak-anak terbiasa menjaga lingkungan di sekitarnya.

Sementara itu, Bunda PAUD Kota Balikpapan, Hj Nurlena Rahmad Mas’ud, SE., mengatakan, Program Gembira Ceria lahir dari keyakinan bahwa kepedulian terhadap lingkungan harus dikenalkan melalui pengalaman langsung.

“Program ini lahir dari sebuah keyakinan sederhana bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak cukup hanya diajarkan, tetapi perlu dialami dan dilakukan sejak dini,” kata Nurlena.

Melalui kegiatan tersebut, anak-anak tidak hanya dikenalkan dengan konsep menanam. Mereka diajak menyentuh tanah, mengenal bibit, menyiram, dan merawat tanaman yang ditanam.

“Dari satu bibit kecil, anak belajar bahwa sesuatu yang tumbuh dan bermanfaat membutuhkan proses, kesabaran, perhatian, dan tanggung jawab,” ujarnya.

Nurlena menegaskan, Gembira Ceria bukan sekadar gerakan menanam pohon, melainkan bagian dari upaya membangun kebiasaan baik dan karakter anak sejak usia dini.
Anak-anak juga akan diarahkan untuk terus mengamati pertumbuhan tanaman, mengenal proses menanam hingga memanen, serta memahami bagaimana hasil tanaman dapat dimanfaatkan.

Dalam peluncuran tersebut, Nurlena menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Balikpapan, perangkat daerah, Balikpapan Islamic Center, Bunda PAUD kecamatan dan kelurahan, kelompok kerja Bunda PAUD, satuan PAUD, HIMPAUDI, IGTKI, para pendidik, orangtua, serta sejumlah mitra yang mendukung kegiatan.

Dinas Lingkungan Hidup Kota Balikpapan menyiapkan 429 bibit tanaman yang terdiri dari matoa, jeruk siam, rambutan, dan sawo. Sementara Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan memberikan bibit cabai, terong, dan tomat untuk setiap kecamatan.

Selain itu, dukungan juga datang dari mitra berupa 250 bibit tanaman dan pupuk. Secara keseluruhan, sekitar 421 satuan PAUD di Kota Balikpapan bersama orangtua dan wali turut berpartisipasi dengan menyumbangkan sekitar 4.200 bibit tanaman.
Nurlena berharap Gembira Ceria dapat terus dilaksanakan di satuan PAUD di seluruh Balikpapan.

“Bukan hanya kegiatan serentak pada hari ini, tetapi menjadi gerakan yang terus hidup. Semoga semakin banyak anak yang memiliki pengalaman menanam, semakin banyak lingkungan PAUD yang hijau dan ramah anak, dan semakin kuat pula kesadaran kita bersama untuk menjaga lingkungan,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Rahmad Mas’ud juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Balikpapan akan meresmikan kegiatan Car Free Day perdana di Jalan Duri Rahayu pada Minggu (23/8/2026).

Ia mengajak masyarakat memanfaatkan ruang tersebut bukan hanya untuk berolahraga, tetapi juga sebagai tempat berinteraksi dan menyampaikan aspirasi.

“Bukan saja tempat untuk berolahraga, tetapi tempat kita saling menyapa sesama warga Kota Balikpapan. Banyak obrolan yang bermanfaat untuk kita bangun bersama dan memberikan saran serta masukan kepada pemerintah,” kata Rahmad. (HP/Adv Kominfo Balikpapan).

Tinggalkan Komentar