Kekeringan, Kukar Cek Sawah 250 Hektare di Kertabuana

kekeringan Kukar
Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri bersama Kapolres Kukar AKBP Khairul Basyar meninjau kondisi sentra pertanian dan sumber air di Desa Kertabuana, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kukar, untuk mengantisipasi dampak kekeringan.

KUTAI KARTANEGARA, Gerbangkaltim.comKekeringan dan kondisi sawah di Kertabuana menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara bersama jajaran TNI-Polri. Upaya menjaga produktivitas pertanian dilakukan dengan turun langsung memantau sentra pangan sekaligus mengecek ketersediaan sumber air bagi lahan petani.

Kapolres Kutai Kartanegara AKBP Khairul Basyar mendampingi Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri melakukan monitoring di Desa Kertabuana, Kecamatan Tenggarong Seberang, Selasa (18/8/2026).

Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi lahan pertanian yang mulai menghadapi keterbatasan pasokan air akibat musim kemarau. Salah satu lokasi yang menjadi perhatian berada di kawasan persawahan RT 10 Desa Kertabuana.

Rombongan kemudian meninjau areal Kelompok Tani (Koptan) Sida Karya yang memiliki luas sekitar 250 hektare. Kawasan tersebut merupakan salah satu sentra pertanian produktif yang menopang aktivitas pangan masyarakat di wilayah Tenggarong Seberang.

Di lokasi, Bupati Kukar bersama Kapolres Kukar melihat langsung kondisi tanaman dan lahan persawahan. Mereka juga mengecek sejumlah sarana yang digunakan petani untuk memenuhi kebutuhan pengairan selama musim kemarau.

Salah satu fasilitas yang diperiksa adalah mesin pompa yang dimanfaatkan kelompok tani untuk mengalirkan air dari kolam alami menuju area persawahan.

Keberadaan sumber air dan mesin pompa tersebut menjadi bagian penting dalam upaya petani mempertahankan pengairan lahan. Namun, kondisi kemarau membuat pengelolaan sumber air perlu dilakukan secara optimal agar kebutuhan tanaman tetap terpenuhi.

Monitoring lapangan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menentukan langkah penanganan yang diperlukan. Optimalisasi sumber air dan sarana pengairan menjadi salah satu pilihan yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak kekeringan terhadap lahan pertanian.

Kapolres Kukar AKBP Khairul Basyar mengatakan Polri siap mendukung langkah pemerintah daerah dalam menangani persoalan yang berpengaruh langsung terhadap kehidupan masyarakat.

Menurutnya, sektor pertanian membutuhkan dukungan lintas sektor, terutama ketika menghadapi kondisi cuaca yang dapat mengganggu produktivitas lahan.

“Polri akan terus mendukung dan memperkuat sinergi bersama pemerintah daerah, TNI, kelompok tani serta seluruh pihak terkait dalam menghadapi dampak kekeringan. Langkah bersama ini penting agar kebutuhan masyarakat dapat tertangani dan produktivitas pertanian tetap terjaga,” ujar Khairul Basyar.

Ia menilai Desa Kertabuana memiliki posisi penting dalam mendukung ketersediaan pangan di Kabupaten Kutai Kartanegara. Karena itu, persoalan air di kawasan pertanian perlu diantisipasi sejak dini agar dampak kemarau tidak semakin meluas.

Selain Kapolres Kukar dan Bupati Kukar, monitoring tersebut turut dihadiri Asisten II Pemkab Kukar Muhammad Iriyanto, Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kukar Muhammad Rifani, Kepala Dinas PU Kukar Wiyono, Wakapolres Kukar Kompol Izdiharuddin Faris Raharja Putra, jajaran pejabat utama Polres Kukar, Camat Tenggarong Seberang Sukono, Kapolsek Tenggarong Seberang Iptu Rizky Tovas, unsur pemerintah desa, perwakilan PT Kitadin, kelompok tani, serta masyarakat.

Keterlibatan berbagai pihak tersebut menunjukkan bahwa penanganan dampak kekeringan tidak hanya menjadi tanggung jawab satu instansi. Pemerintah daerah, aparat keamanan, kelompok tani, dunia usaha, dan masyarakat perlu bergerak bersama untuk menjaga keberlangsungan produksi pangan.

Dengan monitoring langsung di lapangan, pemerintah diharapkan dapat memperoleh gambaran aktual mengenai kebutuhan petani sekaligus mempercepat langkah penanganan. Pemanfaatan sumber air yang tersedia, penguatan fasilitas pengairan, serta koordinasi antarpemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam menjaga lahan tetap produktif.

Bagi petani Kertabuana, keberlanjutan pasokan air bukan sekadar persoalan teknis. Air menjadi penentu apakah lahan pertanian tetap bisa ditanami dan menghasilkan pangan bagi masyarakat.

Karena itu, sinergi yang dibangun pemerintah daerah bersama TNI-Polri dan kelompok tani diharapkan mampu menjaga produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan Kabupaten Kutai Kartanegara di tengah tantangan musim kemarau.

Sumber: Humas Polda Kalimantan Timur

Tinggalkan Komentar