OIKN Minta Bantuan Water Bombing TNI AU untuk Cegah Karhutla Meluas di IKN, Targetkan di 5 Titik

OIKN
Ketua Satgas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur IKN, Danis Hidayat Sumadilaga dan Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam OIKN, Myrna Asnawati Safitri saat melihat persiapan Helikopter H225M Caracal Skuadron 8 Atang Sendjaja yang akan melakukan water bombing di kawasan sekitar IKN, Jum'at (4/9/2026).

Balikpapan, Gerbangkaltim.com — Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) meminta dukungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan TNI Angkatan Udara (TNI AU) untuk membantu menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah titik kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Ketua Satgas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur IKN, Danis Hidayat Sumadilaga mengatakan, bantuan tersebut dibutuhkan untuk mempercepat pemadaman sekaligus mencegah api meluas ke wilayah lainnya.

Menurut Danis, OIKN sebelumnya telah melakukan berbagai upaya pemadaman di lapangan. Namun, perkembangan kondisi kebakaran membuat diperlukan dukungan tambahan, termasuk melalui penggunaan helikopter untuk operasi water bombing.

“Namun dalam perkembangannya, kita membutuhkan upaya untuk mencegah itu melebar luas. Sehingga kita meminta bantuan dari BNPB dan juga dari TNI AU, khususnya untuk helikopter, untuk melakukan pemadaman dan juga pencegahan agar tidak meluas lebih lanjut,” kata Danis, Jum’at (4/9/2026).

OIKN bersama TNI AU juga telah mengidentifikasi sejumlah lokasi yang dapat digunakan sebagai sumber air untuk mendukung operasi pemadaman dari udara.

Salah satunya berada di kawasan Bukit Tengkorak yang lokasinya berdekatan dengan Bendungan Sepaku Semoi. Selain itu, terdapat sumber air di sekitar Wonotirto yang berdekatan dengan Waduk Samboja.

Danis mengatakan, sumber air lain juga memungkinkan digunakan, termasuk sejumlah bekas area pertambangan yang memiliki void atau cekungan bekas tambang berisi air.

“Tadi juga pihak TNI AU sudah melakukan survei awal, sudah mengidentifikasi. Ada juga bekas tambang yang, ya, void yang punya air. Itu dimungkinkan untuk menjadi sumber air,” ujarnya.

Lima Titik Prioritas

Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam OIKN, Myrna Asnawati Safitri, mengatakan pihaknya masih melakukan identifikasi untuk mengetahui luasan lahan yang terdampak kebakaran di kawasan IKN.

Data tersebut nantinya akan dikoordinasikan dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Hal ini karena penanganan bencana di kawasan IKN masih terintegrasi dengan sistem penanggulangan bencana di tingkat provinsi.

“Kita masih belum selesai identifikasi. Nanti kami akan masukkan data itu ke Kaltim. Karena sebenarnya untuk penanggulangan bencana, ini IKN masih satu sistem dengan Kaltim,” kata Myrna.

Ia menjelaskan, penanganan karhutla di IKN juga masih mengikuti status siaga darurat yang ditetapkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui surat keputusan yang diterbitkan pada 31 Agustus 2026.

Sementara itu, OIKN mencatat terdapat lima titik yang menjadi prioritas penanganan karhutla.

Myrna merinci, salah satu area prioritas berada di kawasan yang dikenal sebagai Bukit Tengkorak. Wilayah tersebut mencakup kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Soeharto dan area di sekitarnya.

Area prioritas berikutnya berada di sepanjang Bukit Merdeka hingga Amborawang Dalam, yang berada di koridor Samarinda-Balikpapan. Di bagian belakang kawasan tersebut terdapat Jalan Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam).

“Area yang kedua, itu adalah di area sepanjang Bukit Merdeka sampai dengan Amborawang Dalam, yang di poros Samarinda-Balikpapan dan di belakangnya itu adalah Jalan Tol Balsam,” ujar Myrna.

Adapun area ketiga mencakup Wonotirto, Karya Jaya, dan Tanjung Harapan. Kawasan tersebut menjadi perhatian karena terdapat lahan dengan karakteristik gambut tipis yang dinilai perlu mendapat penanganan.

“Area ketiga, itu adalah area Wonotirto, Karya Jaya, Tanjung Harapan, area yang memang ada gambut tipisnya di situ,” katanya.

Dua titik prioritas lainnya termasuk dalam pemetaan OIKN untuk penanganan karhutla secara terpadu.

Danis menegaskan, lima titik tersebut menjadi prioritas karena upaya pemadaman tidak hanya diarahkan untuk mengatasi api yang sudah muncul, tetapi juga mencegah kebakaran berkembang dan meluas ke kawasan lainnya.

OIKN kini terus berkoordinasi dengan BNPB, TNI AU, serta Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk memperkuat penanganan karhutla, termasuk memastikan ketersediaan sumber air apabila operasi pemadaman melalui udara dilakukan.

Tinggalkan Komentar