Polisi Ajak Jemaat Jadi Sensor Sosial untuk Cegah Peredaran Narkoba di Balikpapan

Polda Kaltim
Direktur Reserse Narkoba Polda Kaltim, Kombes Pol Romylus Tamtelahitu.

Balikpapan, Gerbangkaltim.com — Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalimantan Timur mengajak masyarakat, termasuk jemaat gereja, berperan aktif mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di lingkungan masing-masing.

Ajakan itu disampaikan Direktur Reserse Narkoba Polda Kaltim Kombes Pol Romylus Tamtelahitu dalam kegiatan Minggu Kasih dan penyampaian pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Gereja GPIB Jemaat Bukit Sion Balikpapan, Minggu (26/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 18.00 hingga 20.00 WITA tersebut merupakan bagian dari program Polisi Bersama Masyarakat. Program ini sekaligus menjadi ruang bagi kepolisian untuk membangun komunikasi langsung dengan masyarakat.

Romylus mengatakan, pencegahan narkoba tidak dapat hanya mengandalkan kerja kepolisian. Masyarakat memiliki peran penting karena berada paling dekat dengan lingkungan dan dapat mengetahui lebih awal berbagai persoalan yang terjadi di sekitarnya.

“Masyarakat harus menjadi sensor sosial bagi polisi. Kalau melihat atau mengetahui adanya indikasi penyalahgunaan maupun peredaran narkoba, jangan takut untuk menyampaikan informasi kepada kami,” kata Romylus.

Menurut dia, pemberantasan narkoba membutuhkan keterlibatan bersama, mulai dari keluarga, lingkungan tempat tinggal, hingga komunitas keagamaan.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak memberikan ruang bagi penyalahgunaan narkotika, terutama dengan memperkuat pengawasan dan komunikasi di lingkungan keluarga.

“Pencegahan harus dimulai dari lingkungan yang paling dekat, yaitu keluarga. Gereja dan komunitas masyarakat juga mempunyai peran penting untuk memberikan edukasi dan mengajak generasi muda menjauhi narkoba,” ujarnya.

Romylus menegaskan, kehadiran polisi di tengah masyarakat bukan semata-mata untuk melakukan pengawasan, tetapi juga memahami persoalan yang dihadapi warga dan mencari solusi secara bersama-sama.

Prinsip tersebut, kata dia, sejalan dengan semangat Polisi Bersama Masyarakat yang menempatkan masyarakat sebagai mitra kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

“Polisi harus tegas terhadap kejahatan, tetapi tetap humanis terhadap masyarakat. Kita harus memahami masyarakat, bukan sekadar mengawasi masyarakat,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Romylus juga mengajak jemaat untuk tidak ragu melaporkan berbagai persoalan kamtibmas, khususnya yang berkaitan dengan narkotika.

Informasi dapat disampaikan melalui Bhabinkamtibmas maupun secara langsung kepada Direktorat Reserse Narkoba Polda Kaltim.
Selain membahas bahaya narkoba, kegiatan Minggu Kasih juga menjadi momentum mempererat hubungan antara Polri dan jemaat Gereja GPIB Bukit Sion Balikpapan.

Kegiatan tersebut dihadiri antara lain Pendeta Maxi Royke Manke, pengurus gereja Rudy Mandolang, Bhabinkamtibmas Kelurahan Klandasan Ilir Aiptu Bayu, serta sejumlah personel Ditresnarkoba Polda Kaltim.

Romylus berharap komunikasi yang dibangun melalui kegiatan tersebut dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian.

“Kami ingin polisi hadir sebagai sahabat masyarakat, yang melindungi, mengayomi dan melayani. Persoalan keamanan tidak bisa diselesaikan polisi sendiri, tetapi harus bersama-sama dengan masyarakat,” tuturnya.

Melalui kegiatan itu, Polda Kaltim juga mendorong terciptanya situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif di Kota Balikpapan dengan mengedepankan toleransi antar umat beragama. Kegiatan Minggu Kasih berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

Tinggalkan Komentar