DPO Kasus Penembakan Rombongan Tito Karnavian Dilumpuhkan, Satgas Damai Cartenz Tegaskan Komitmen Penegakan Hukum

Pulan Wonda ditangkap
Aparat Satgas Damai Cartenz mengamankan pelaku DPO kasus kekerasan bersenjata di Puncak Jaya setelah dilakukan tindakan tegas terukur saat mencoba melarikan diri.

Gerbangkaltim.com,  Puncak Jaya, Papua Tengah – Aparat keamanan dari Satgas Operasi Damai Cartenz kembali menunjukkan langkah tegas dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua Tengah. Seorang buronan yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), Pulan Wonda alias Kamenak, berhasil dilumpuhkan dalam operasi penindakan di Kampung Peruleme, Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Kamis (2/4/2026).

Pulan Wonda diketahui memiliki rekam jejak panjang dalam sejumlah aksi kekerasan bersenjata. Salah satu kasus yang menonjol adalah dugaan keterlibatannya dalam penembakan terhadap rombongan Kapolda Papua saat itu, Tito Karnavian, pada November 2012 di Distrik Pirime, Kabupaten Lanny Jaya.

Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, menjelaskan bahwa penindakan dilakukan setelah aparat memperoleh informasi keberadaan pelaku di wilayah Kota Mulia. Tim kemudian melakukan pemantauan intensif hingga akhirnya mendeteksi pelaku berada di sebuah bengkel sepeda motor.

“Tim langsung melakukan penyekatan. Saat pelaku mencoba melarikan diri dengan sepeda motor dan bahkan menabrak kendaraan petugas, kami memberikan tembakan peringatan. Namun karena tidak diindahkan, dilakukan tindakan tegas terukur yang melumpuhkan pelaku di bagian kaki,” jelasnya.

Dari tangan pelaku, aparat mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain satu unit sepeda motor, beberapa telepon genggam, dokumen kendaraan, tas, serta barang pribadi lainnya. Selain itu, ditemukan pula sejumlah uang yang diduga palsu.

Pulan Wonda diduga merupakan anggota aktif kelompok bersenjata Kodap XII Lanny Jaya yang selama ini terlibat dalam berbagai aksi kriminal, baik terhadap aparat keamanan maupun masyarakat sipil. Catatan aparat menyebutkan pelaku terlibat dalam sejumlah peristiwa kekerasan sejak 2010, termasuk penyerangan terhadap Mapolsek, kontak senjata, hingga pembunuhan warga sipil.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa tindakan ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam melindungi masyarakat dari ancaman kelompok bersenjata.

“Penegakan hukum ini dilakukan secara profesional, terukur, dan sesuai aturan. Kami ingin memastikan keamanan masyarakat tetap terjaga,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz, Adarma Sinaga, menambahkan bahwa pendekatan humanis tetap menjadi prioritas dalam setiap operasi, termasuk memberikan penanganan medis kepada pelaku pasca-penindakan.

Saat ini, Pulan Wonda tengah menjalani perawatan medis sebelum menjalani proses hukum lebih lanjut. Aparat juga masih melakukan pendalaman guna mengungkap kemungkinan keterlibatan jaringan lain dalam kelompok tersebut.

Satgas Damai Cartenz mengajak masyarakat untuk tidak terpengaruh oleh kelompok kekerasan dan terus mendukung upaya aparat dalam menciptakan situasi keamanan yang kondusif di Papua.

Sumber: Satgas Operasi Damai Cartenz 2026

Tinggalkan Komentar