Pendekatan Humanis di Pasar Sinak, Satgas Damai Cartenz Bangun Kepercayaan Warga Papua

Operasi Damai Cartenz 2026
Personel Operasi Damai Cartenz 2026 berbaur dengan mama-mama Papua di Pasar Sinak, membeli hasil kebun warga sebagai bagian dari pendekatan humanis untuk membangun kepercayaan masyarakat.

Gerbangkaltim.com, Puncak, Papua Tengah – Aktivitas Pasar Sinak di Kampung Gigobak, Distrik Sinak, berlangsung seperti hari biasa pada Sabtu (28/3/2026). Di tengah denyut ekonomi masyarakat yang sederhana, kehadiran personel Operasi Damai Cartenz 2026 menghadirkan suasana berbeda melalui pendekatan humanis yang menyentuh langsung kehidupan warga.

Sejumlah aparat terlihat berbaur tanpa sekat formal. Mereka mendatangi lapak-lapak mama-mama Papua, membeli hasil kebun seperti sayur-mayur, pinang, hingga umbi-umbian, sekaligus menyapa dan berbincang santai. Interaksi tersebut menjadi momen yang tidak biasa bagi sebagian pedagang yang sehari-hari menggantungkan penghasilan dari aktivitas pasar tradisional.

Salah satu pedagang mengaku merasakan pengalaman baru saat aparat datang sebagai pembeli sekaligus mitra dialog. “Biasanya tidak seperti ini, mereka datang beli dan sempat ngobrol,” ujarnya sambil melayani pelanggan lainnya.

Di sisi lain, anak-anak yang berada di sekitar pasar tampak memperhatikan dengan rasa ingin tahu. Ketika personel membagikan makanan ringan, beberapa anak mulai mendekat, meski sebagian lainnya masih memilih berada di dekat orang tua mereka. Situasi ini mencerminkan proses tumbuhnya rasa aman yang berjalan secara bertahap di tengah masyarakat.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari strategi pendekatan sosial yang diusung dalam Operasi Damai Cartenz, yakni menghadirkan aparat tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari warga.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa interaksi langsung menjadi kunci dalam membangun hubungan yang lebih erat dengan masyarakat.

“Kami ingin kehadiran personel dirasakan secara humanis. Tidak hanya dalam konteks keamanan, tetapi juga dalam kehidupan sosial masyarakat,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Wakil Kepala Operasi, Adarma Sinaga, yang menilai komunikasi sederhana seperti ini memiliki dampak strategis dalam jangka panjang.

Menurutnya, membangun kepercayaan publik membutuhkan proses yang tidak instan. Oleh karena itu, pendekatan dialogis dan kegiatan sederhana di tengah masyarakat dinilai sebagai langkah efektif untuk membuka ruang komunikasi yang lebih hangat.

Di tengah dinamika yang ada, aktivitas di Pasar Sinak menjadi simbol pendekatan baru yang lebih persuasif. Interaksi ringan seperti berbelanja dan berbagi tidak hanya memperkuat hubungan sosial, tetapi juga menjadi fondasi awal dalam membangun rasa saling percaya antara aparat dan masyarakat di Papua.

Sumber: Satgas Operasi Damai Cartenz 2026

Tinggalkan Komentar