Polri dan Bulog Gelar Gerakan Pangan Murah Nasional, Jaga Stabilitas Harga dan Ketersediaan Bahan Pokok Jelang Idulfitri 2026

Gerakan Pangan Murah
Polri bersama Bulog menggelar Gerakan Pangan Murah secara serentak di berbagai daerah untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat menjelang Idulfitri 2026.

Gerbangkaltim.com, Jakarta – Menjelang perayaan Idulfitri 1447 Hijriah, Kepolisian Negara Republik Indonesia bersama Perum Bulog menggelar program Gerakan Pangan Murah secara serentak di berbagai wilayah Indonesia. Program ini bertujuan menjaga stabilitas harga bahan pokok serta memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat selama periode Ramadan hingga Lebaran.

Kegiatan tersebut dilaksanakan secara nasional dengan melibatkan 36 Kepolisian Daerah (Polda) dan sekitar 500 Kepolisian Resor (Polres). Pusat pelaksanaan kegiatan dipusatkan di wilayah Polda Metro Jaya sebagai lokasi utama peluncuran program tersebut.

Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Dedi Prasetyo, mengatakan bahwa gerakan ini merupakan bentuk sinergi antara Polri, Bulog, serta kementerian terkait untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.

Menurutnya, melalui program ini Polri menyalurkan lebih dari 1.337 ton beras atau sekitar 1.337.375 kilogram kepada masyarakat di berbagai daerah. Selain beras, masyarakat juga dapat memperoleh kebutuhan pokok lainnya seperti gula pasir, minyak goreng, tepung, serta berbagai bahan pangan penting lainnya dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar.

“Program Gerakan Pangan Murah ini dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia sebagai bentuk komitmen pemerintah dan Polri untuk memastikan masyarakat dapat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau serta memastikan stok pangan nasional dalam kondisi aman,” ujar Dedi kepada awak media, Jumat (13/3/2026).

Ia juga menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan bahan pangan nasional. Pemerintah bersama Bulog terus memastikan stok pangan tetap tersedia dalam jumlah yang mencukupi.

Dalam program tersebut, Polri juga mendapat alokasi sekitar 80.000 ton beras dari Bulog sepanjang tahun 2026 yang akan disalurkan kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan distribusi pangan.

“Polri akan terus berkoordinasi dengan Bulog untuk memastikan distribusi pangan berjalan lancar sehingga stabilitas harga tetap terjaga dan masyarakat dapat membeli kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau,” tambahnya.

Di wilayah Jakarta khususnya di kawasan Polda Metro Jaya, kegiatan ini menargetkan sekitar 3.000 penerima manfaat. Penerima tersebut berasal dari berbagai kelompok masyarakat seperti buruh, pengemudi ojek daring, warga sekitar, organisasi kemasyarakatan, hingga unsur keamanan lingkungan seperti Linmas dan kelompok sadar keamanan dan ketertiban masyarakat (Pokdar Kamtibmas).

Tidak hanya menyalurkan bahan pangan, kegiatan ini juga disertai dengan layanan bakti kesehatan yang memberikan pelayanan medis gratis kepada sekitar 3.000 warga yang hadir.

Dedi menambahkan bahwa Gerakan Pangan Murah tidak hanya digelar menjelang Lebaran, tetapi akan menjadi program rutin yang dilaksanakan setiap bulan hingga akhir tahun 2026 sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pangan nasional.

Sementara itu, Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara Bulog dan Polri dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Ia menjelaskan bahwa program serupa sebelumnya juga telah dilaksanakan pada tahun 2025 dan kembali digelar pada tahun ini untuk membantu masyarakat menghadapi lonjakan kebutuhan pangan menjelang Idulfitri.

Selain melibatkan Polri, kegiatan ini juga didukung berbagai pihak termasuk TNI dan kementerian terkait guna mengantisipasi potensi panic buying di masyarakat.

Rizal juga memastikan bahwa kondisi stok beras nasional saat ini berada dalam posisi sangat aman. Hingga pertengahan Maret 2026, stok beras nasional tercatat mencapai sekitar 3,9 juta ton, yang disebut sebagai salah satu level tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

Ia memproyeksikan bahwa pada akhir Maret 2026 jumlah stok beras nasional dapat meningkat hingga sekitar 4,2 hingga 4,3 juta ton. Dengan target serapan Bulog sebesar 4 juta ton pada tahun ini, total cadangan beras nasional diperkirakan dapat melampaui 5 juta ton hingga akhir 2026.

Dengan kondisi tersebut, pemerintah bersama Bulog dan Polri optimistis stabilitas pasokan dan harga pangan dapat terjaga, sehingga masyarakat dapat menyambut Idulfitri dengan lebih tenang tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan bahan pokok.


Sumber: Siaran Pers Polri dan Perum Bulog

Tinggalkan Komentar