Rekrutmen Taruna Akpol 2026 Ditegaskan Transparan, Polri Pastikan Seleksi Bersih Tanpa Jalur Khusus

rekrutmen Akpol 2026
Pejabat Polri saat menyampaikan komitmen rekrutmen Taruna Akpol 2026 yang mengedepankan prinsip bersih, transparan, dan akuntabel di Mabes Polri, Jakarta.

Gerbangkaltim.com, Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga integritas proses rekrutmen Taruna-Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026. Dalam keterangan resmi yang disampaikan di Mabes Polri, Senin (6/4/2026), seleksi dipastikan berjalan dengan prinsip BETAH, yakni Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis.

Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (SDM), Irjen Pol. Anwar, menegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi dilaksanakan secara objektif dan terbuka. Ia menyampaikan bahwa proses rekrutmen dilakukan sesuai regulasi yang berlaku serta dapat diawasi oleh berbagai pihak, baik internal maupun eksternal.

“Seluruh tahapan seleksi dilakukan secara jujur dan transparan. Masyarakat dapat melihat dan mengawasi setiap prosesnya, sehingga hasil akhir benar-benar mencerminkan kemampuan peserta,” ujarnya.

Lebih lanjut, Polri menegaskan bahwa penerimaan Taruna-Taruni Akpol 2026 hanya dilakukan melalui satu jalur, yakni jalur reguler. Tidak ada mekanisme khusus atau jalur alternatif dalam proses seleksi tersebut. Hal ini bertujuan untuk memastikan keadilan bagi seluruh peserta yang mengikuti proses rekrutmen.

“Tidak ada jalur khusus ataupun titipan. Peserta yang lulus adalah mereka yang memiliki nilai terbaik berdasarkan hasil seleksi yang objektif,” tegasnya.

Antusiasme masyarakat terhadap rekrutmen ini juga tergolong tinggi. Berdasarkan data sementara, jumlah pendaftar mencapai 7.988 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 5.432 peserta telah terverifikasi, sementara sisanya masih dalam tahap verifikasi administrasi.

Sementara itu, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir menambahkan bahwa pengawasan publik menjadi salah satu elemen penting dalam menjaga kredibilitas proses seleksi. Polri telah menyediakan berbagai kanal pengaduan, termasuk hotline dan sistem berbasis QR Code, guna memudahkan masyarakat dalam menyampaikan laporan apabila menemukan indikasi pelanggaran.

“Partisipasi masyarakat sangat kami harapkan untuk memastikan proses ini tetap bersih dan transparan,” ujarnya.

Menurutnya, rekrutmen Taruna Akpol bukan sekadar proses seleksi biasa, melainkan bagian dari investasi jangka panjang Polri dalam mencetak calon pemimpin masa depan. Para taruna yang terpilih nantinya diharapkan memiliki kompetensi unggul, mampu beradaptasi dengan dinamika zaman, serta memiliki integritas tinggi dalam menjalankan tugas kepolisian.

Dengan sistem seleksi yang semakin terbuka dan akuntabel, Polri optimistis mampu meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi, sekaligus menghasilkan sumber daya manusia yang profesional dan berdaya saing.

Ke depan, Polri memastikan seluruh rangkaian seleksi akan terus diawasi secara ketat guna menjaga kualitas serta kredibilitas hasil akhir rekrutmen Taruna-Taruni Akpol 2026.

Sumber: Divisi Humas Polri

Tinggalkan Komentar