Stand Sulam Tumpar Kaltim Curi Perhatian di Persit BISA 2026, Jadi Magnet Pengunjung di Balai Kartini
Gerbangkaltim.com, Jakarta – Gelaran Persit BISA 2026 yang berlangsung di Kartika Expo Balai Kartini, Jakarta, berlangsung semarak dengan menghadirkan beragam karya budaya, UMKM kreatif, hingga fashion show nusantara dari anggota Persit Kartika Chandra Kirana seluruh Indonesia. Salah satu stand yang paling menyita perhatian pengunjung adalah stand Sulam Tumpar milik PD VI/Mulawarman yang menampilkan kekayaan budaya khas Kalimantan Timur.
Sejak hari pertama pembukaan acara yang diresmikan oleh Ibu Wakil Presiden RI, Selvy Gibran pada 7 Mei 2026, stand Sulam Tumpar terus dipadati pengunjung. Berbagai produk kerajinan tangan dengan motif etnik khas Kalimantan Timur, perpaduan warna cerah, serta detail sulaman tradisional menjadi daya tarik tersendiri bagi para tamu yang hadir.
Tak sedikit pengunjung yang rela mengantre untuk melihat lebih dekat koleksi sulaman hingga mengabadikan momen di area stand yang didesain dengan nuansa budaya nusantara. Kehadiran Sulam Tumpar dinilai berhasil memperkenalkan identitas budaya Kalimantan Timur dalam kemasan modern dan elegan.
Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah VI/Mulawarman, Ibu Syanti Krido Pramono, mengungkapkan rasa bangganya atas tingginya antusiasme masyarakat terhadap karya anggota Persit tersebut. Menurutnya, ajang Persit BISA 2026 menjadi momentum penting untuk mempromosikan budaya daerah sekaligus mendukung perkembangan UMKM binaan Persit agar semakin dikenal luas.
Ia menegaskan bahwa Sulam Tumpar bukan sekadar produk kerajinan, melainkan bagian dari warisan budaya Kalimantan Timur yang harus terus dijaga dan dilestarikan.
Sementara itu, salah satu pengrajin Sulam Tumpar, Ibu Satoro, mengaku terharu melihat respons positif pengunjung selama pameran berlangsung. Menurutnya, banyak pengunjung tertarik membeli produk karena menyukai motif unik dan warna khas Sulam Tumpar yang memiliki nilai artistik tinggi.
Ia menyebutkan bahwa keikutsertaan dalam Persit BISA 2026 turut memberikan dampak positif terhadap peningkatan penjualan produk kerajinan. Bahkan omzet penjualan disebut mengalami kenaikan signifikan selama kegiatan berlangsung.
Selain menghadirkan pameran UMKM dan produk budaya daerah, Persit BISA 2026 juga dimeriahkan dengan fashion show yang menampilkan busana karya anggota Persit dari berbagai wilayah Indonesia.
Beragam kain tradisional seperti Batik Lasem, Tapis Lampung, Mega Mendung x Sengkang x Juntai, Tenun Pringsela by Kraton, hingga Kirana Nusantara tampil memukau di atas panggung. Masing-masing Ketua Daerah Persit tampil membawakan busana khas hasil rancangan anggota Persit dengan sentuhan modern tanpa meninggalkan unsur budaya lokal.
Salah satu penampilan yang menarik perhatian tamu undangan adalah busana berbahan tenun cumi khas Kalimantan Timur yang tampil elegan dengan motif etnik unik dan detail artistik yang kuat.
Fashion show tersebut mendapat sambutan hangat dari para tamu undangan karena berhasil memadukan kekayaan kain tradisional Indonesia dengan desain kontemporer yang berkelas. Penampilan para anggota Persit dinilai menunjukkan bahwa karya lokal Indonesia mampu bersaing di dunia fashion nasional.
Salah seorang pengunjung, Ibu Haris Bima, mengaku kagum dengan pelaksanaan Persit BISA 2026 yang dianggap sangat kreatif, meriah, dan sarat nilai budaya. Ia bahkan mengaku tertarik mencoba langsung teknik menyulam bersama para pengrajin Sulam Tumpar.
Menurutnya, pengalaman tersebut membuat dirinya semakin menghargai karya budaya lokal yang dibuat dengan penuh ketelitian dan kreativitas tinggi.
Melalui kegiatan Persit BISA 2026, Persit Kartika Chandra Kirana kembali memperlihatkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan perempuan, pelestarian budaya nusantara, serta pengembangan UMKM kreatif agar mampu berkembang hingga tingkat nasional maupun internasional.
Sumber: Persit Kartika Chandra Kirana
BACA JUGA
